Warga Palu Timur dan Mantikulore memanfaatkan reses Anggota DPRD Kota Palu, Hj. Rini Haris, untuk menyampaikan sejumlah persoalan yang mereka hadapi sehari-hari. Drainase rusak, jalan belum diaspal, penerangan minim, air bersih, penataan pasar hingga bantuan sosial menjadi aspirasi utama yang diminta segera ditindaklanjuti.
Kegiatan reses bertema “Bersama Masyarakat, Menyerap Aspirasi, Mengawal Pembangunan” tersebut berlangsung di Jl. Vatu Gusu, Kelutahan Tanamodindi, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sabtu malam, 22 Agustus 2026.
Sejumlah perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, kelurahan, serta tokoh masyarakat turut hadir dalam pertemuan tersebut. Hadir Pula, Sekretaris DPRD Kota Palu, Nawab Kursaid, pendamping reses, Nurnaningsih dan Julinda Woy, serta koordinator H. Agus Salim dan Yulianti Pakiding.
Salah satu persoalan yang paling banyak mendapat perhatian adalah kondisi drainase di kawasan Citra Pesona Indah (CPI). Warga mengeluhkan aliran air dari wilayah yang lebih tinggi yang tertampung di sekitar permukiman. Kondisi tersebut disebut telah menyebabkan bagian bawah badan jalan berlubang.
Warga khawatir kerusakan itu semakin parah jika tidak segera diperbaiki. Selain mengganggu akses masyarakat, kerusakan jalan juga berpotensi membuat biaya perbaikan semakin besar.
Warga mengaku persoalan tersebut sebelumnya telah beberapa kali disampaikan dalam kegiatan reses. Namun, hingga kegiatan reses kali ini, pengecekan di lapangan belum dilakukan.
Menanggapi keluhan tersebut, Rini Haris meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Palu segera melakukan survei. Ia mengatakan kondisi drainase harus dilihat langsung agar pemerintah dapat mengetahui kebutuhan penanganannya.
“Setidaknya saya mau minta tolong kepada Dinas PU untuk turun survei, lihat langsung drainase yang bapak maksud,” kata Rini.
Perwakilan Dinas PU Kota Palu, Nanang menambahkan, memastikan pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut dengan turun ke lokasi. Ia juga menyampaikan bahwa sejumlah usulan pembangunan yang telah disampaikan warga melalui reses sebelumnya terus dikawal.
Selain drainase, warga meminta kepastian mengenai pengaspalan Jalan Vatu Gusu. Jalan tersebut menjadi salah satu akses masyarakat yang membutuhkan peningkatan kondisi infrastruktur.
Nanang menyampaikan bahwa pengaspalan Jalan Vatu Gusu direncanakan dilakukan pada 2026.









