Skrol untuk membaca pos

BMKG Catat 5.012 Gempa Susulan di Flores, NTT

Muh. Rifai
Foto: Arsip BMKG
A-AA+A++

Jumlah gempa bumi susulan setelah gempa utama M7,7 Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus bertambah. Hingga Sabtu, 22 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 5.012 kejadian gempa susulan dengan magnitudo antara M1,1 hingga M6,2.

Dari total tersebut, sebanyak 31 gempa memiliki magnitudo di atas M5,0. Sementara itu, gempa susulan yang dirasakan langsung oleh masyarakat tercatat sebanyak 124 kejadian. Data tersebut menunjukkan aktivitas seismik di wilayah Flores masih berlangsung beberapa hari setelah gempa utama.

Angka terbaru itu bertambah dari catatan BMKG hingga Jumat, 21 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB yang mencapai 4.258 gempa susulan. Pada periode sebelumnya, sebanyak 118 gempa dirasakan masyarakat dan 31 kejadian memiliki magnitudo di atas M5,0.

Gempa utama Flores berkekuatan M7,7 terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB. BMKG menjelaskan gempa tersebut merupakan gempa dangkal akibat aktivitas tektonik pada Flores Back-Arc dengan mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, memperkirakan rangkaian gempa susulan masih dapat berlangsung selama tiga hingga empat minggu setelah gempa utama. Menurut dia, pada fase awal aktivitas tersebut, pola temporal gempa susulan masih kompleks dan belum memperlihatkan pola peluruhan yang sederhana.

“Aktivitas gempa susulan pada beberapa hari pertama masih relatif tinggi dan belum menunjukkan pola peluruhan yang signifikan. Jumlah gempa per 24 jam tercatat 704 kejadian pada hari pertama, meningkat menjadi 746 pada hari kedua, kemudian berkisar 668, 649, dan 627 kejadian pada hari ketiga hingga kelima, namun naik lagi menjadi 802 kejadian pada hari keenam,” kata Wijayanto.

BMKG juga mencatat sejumlah guncangan kuat selama rangkaian gempa susulan. Pada 19 Agustus 2026 pukul 23.17 WIB terjadi gempa berkekuatan M5,6. Kemudian pada 20 Agustus 2026 pukul 05.45 WIB terjadi gempa M5,8, disusul gempa M5,8 pada pukul 09.47 WIB.

Guncangan tersebut dirasakan kuat oleh warga dengan intensitas IV-VI MMI. Gempa susulan pada 20 Agustus juga memicu kerusakan lanjutan pada sejumlah struktur bangunan dan jembatan yang sebelumnya terdampak gempa utama, serta memicu tanah longsor di beberapa titik.