Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan menjadi salah satu perhatian utama dalam laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) periode 20–21 Agustus 2026.
Hingga Jumat (21/8/2026), karhutla terdeteksi di sembilan wilayah di Kalimantan Selatan dengan 53 titik api dan estimasi luas lahan terbakar mencapai sekitar 595 hektare.
Besarnya luasan kebakaran membuat penanganan tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman dari darat. BNPB mengerahkan sekitar 387 personel sekaligus memperkuat operasi dengan patroli udara dan tiga helikopter water bombing.
Kondisi ini menunjukkan bahwa karhutla di Kalsel bukan lagi persoalan kebakaran pada satu titik. Sebarannya sudah mencakup sejumlah kabupaten dan kota, dengan beberapa wilayah mencatat luasan kebakaran yang cukup besar.
Sembilan Wilayah Terdampak Karhutla
Sembilan wilayah yang terdeteksi mengalami karhutla adalah Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Barito Kuala, Tapin, Tanah Bumbu, Tanah Laut, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah dan Balangan.
Dari sembilan wilayah tersebut, Kabupaten Banjar menjadi daerah dengan estimasi luasan lahan terbakar paling besar, yakni sekitar 174 hektare.
Selanjutnya Kabupaten Tanah Laut mencapai sekitar 107 hektare, Barito Kuala sekitar 96 hektare, dan Tapin sekitar 85 hektare.
Jika dilihat berdasarkan titik api, Kabupaten Banjar juga menjadi wilayah dengan jumlah titik api terbanyak, yakni 13 titik.
Berikut sebaran titik api dan estimasi luas lahan terbakar:
- Kota Banjarbaru: 11 titik api, sekitar 77 hektare.
- Kabupaten Banjar: 13 titik api, sekitar 174 hektare.
- Kabupaten Barito Kuala: 4 titik api, sekitar 96 hektare.
- Kabupaten Tapin: 6 titik api, sekitar 85 hektare.
- Kabupaten Tanah Bumbu: 3 titik api, sekitar 4 hektare.
- Kabupaten Tanah Laut: 7 titik api, sekitar 107 hektare.
- Kabupaten Hulu Sungai Selatan: 7 titik api, sekitar 50 hektare.
- Kabupaten Hulu Sungai Tengah: 1 titik api, sekitar 1 hektare.
- Kabupaten Balangan: 1 titik api, sekitar 1 hektare.
Data tersebut memperlihatkan bahwa ancaman karhutla tersebar cukup luas. Kabupaten Banjar menjadi perhatian karena memiliki kombinasi jumlah titik api dan estimasi luasan terbakar paling tinggi dibanding wilayah lainnya.









