Banjir melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Jumat, 28 Agustus 2026. Bencana yang terjadi setelah hujan berintensitas tinggi itu merendam permukiman di Desa Labuan Donggulu, Desa Laemanta, Desa Laemanta Utara, dan Desa Peningka serta menyebabkan sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Parigi Moutong, Moh. Rivai, melalui laporan Pusdalops BPBD Kabupaten Parigi Moutong, menyebutkan, bahwa laporan awal mengenai banjir diterima pada Jumat, 28 Agustus 2026 pukul 08.21 WITA. Sementara waktu kejadian dilaporkan sekitar pukul 05.30 WITA.
Dalam kronologi laporan, pada sekitar pukul 06.00 WITA terjadi banjir di Dusun 1, 2, dan 3 Desa Labuan Donggulu, Dusun 1 Desa Laemanta, Desa Peningka, serta Dusun 1, 2, 3 dan 4 Desa Laemanta Utara, Kecamatan Kasimbar.
Banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut. Kondisi itu menyebabkan aliran sungai meluap hingga masuk ke kawasan permukiman warga.
Di Desa Laemanta, banjir berdampak terhadap warga di tiga dusun. Sebanyak 23 kepala keluarga (KK) terdampak di Dusun 1, lima KK di Dusun 2, dan enam KK di Dusun 3.
Sementara di Desa Laemanta Utara, dampak banjir tercatat terjadi di empat dusun. Dusun 1 terdampak sebanyak 17 KK, Dusun 2 sebanyak 15 KK, Dusun 3 sebanyak 18 KK, dan Dusun 4 sebanyak 31 KK.
Dampak juga tercatat di Desa Labuan Donggulu. Sebanyak 60 KK terdampak di Dusun 1, tiga KK di Dusun 2, dan 10 KK di Dusun 3.
Berdasarkan data sementara yang tercantum dalam laporan Pusdalops BPBD Kabupaten Parigi Moutong, sedikitnya 188 KK terdampak di tiga desa yang telah dirinci, yakni Desa Laemanta, Desa Laemanta Utara, dan Desa Labuan Donggulu. Data jumlah KK terdampak di Desa Peningka belum dirinci dalam laporan tersebut.
Moh. Rivai mengatakan, berdasarkan laporan sementara yang diterima BPBD, belum terdapat warga yang mengungsi akibat banjir tersebut. Data mengenai ibu hamil, bayi, balita, lansia, dan penyandang disabilitas juga masih belum tercantum secara rinci.
Untuk korban meninggal dunia, laporan BPBD mencatat nihil. Tidak terdapat korban jiwa yang dilaporkan dalam kejadian tersebut. Sementara data mengenai rumah rusak berat maupun rusak ringan juga masih nihil.
Banjir juga berdampak pada akses transportasi dan fasilitas umum. Jalan Trans Sulawesi dilaporkan tertutup material longsoran di wilayah perbatasan Desa Peningka dan Desa Laemanta Induk. Kondisi tersebut mengganggu jalur transportasi di wilayah tersebut.
Selain itu, jembatan yang berada di Desa Peningka dilaporkan putus akibat bencana. Untuk mendukung penanganan akses tersebut, jembatan Bailey dilaporkan sedang dalam perjalanan menuju lokasi dan diperkirakan tiba sekitar pukul 22.00 WITA.
BPBD Kabupaten Parigi Moutong bersama unsur terkait telah melakukan sejumlah langkah penanganan. Petugas melakukan koordinasi dengan aparat desa serta melaksanakan asesmen dan kaji cepat untuk mengetahui kondisi serta dampak banjir di lapangan.
Mobilisasi alat berat juga dilakukan untuk membantu membersihkan material yang menutup jalur Trans Sulawesi. Penanganan pembersihan jalur tersebut melibatkan BPJN Sulawesi Tengah.
Kebutuhan mendesak yang saat ini diperlukan di lokasi meliputi normalisasi sungai, pembersihan Jalan Trans Sulawesi, serta kebutuhan air bersih bagi masyarakat terdampak.
Penanganan di lapangan melibatkan berbagai unsur, mulai dari aparat desa, masyarakat, TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Parigi Moutong, TNI, Polri, PT Bina Kaili, hingga BPJN Sulawesi Tengah.
Hingga laporan situasi terakhir pada Jumat, 28 Agustus 2026 pukul 18.50 WITA, kondisi banjir dilaporkan belum surut. Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Parigi Moutong masih melakukan asesmen dan kaji cepat untuk memperbarui data dampak serta kebutuhan masyarakat. (Red)







