Skrol untuk membaca pos
Buol147

Kampung Nelayan Merah Putih Buol Mulai Dibangun

Muh. Rifai
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid melakukan peletakan batu pertama pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Tamit, Kecamatan Bunobogu, Kabupaten Buol, Selasa (25/8/2026). Foto: Istimewa
A-AA+A++

Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., menghadiri sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Tamit, Kecamatan Bunobogu, Kabupaten Buol, Selasa (25/8/2026).

Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pembangunan kawasan permukiman dan fasilitas pendukung aktivitas nelayan secara terpadu.

Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Tamit merupakan bagian dari program Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto yang diarahkan untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat pesisir. Kawasan tersebut diharapkan tidak hanya menyediakan tempat tinggal yang lebih layak, tetapi juga mendukung aktivitas nelayan dari proses melaut hingga pemasaran hasil tangkapan.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Anwar Hafid berharap pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Buol dapat dilaksanakan dengan baik, cepat, dan tepat waktu. Ia juga berharap kawasan tersebut dapat menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian dalam agenda peresmian program Kampung Nelayan secara nasional.

“Kalau bisa dikerjakan bagus-bagus, cepat, tepat, dan bagus. Kita berharap nanti menjadi salah satu kunjungan Bapak Presiden pada peresmian Kampung Nelayan di seluruh Indonesia,” kata Anwar Hafid.

Menurut Anwar Hafid, program Kampung Nelayan Merah Putih dirancang untuk menjawab sejumlah persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat nelayan. Persoalan tersebut antara lain keterbatasan fasilitas, kesulitan memperoleh bahan bakar minyak (BBM), ketersediaan es untuk menjaga hasil tangkapan, hingga pemasaran ikan.

Karena itu, pembangunan kawasan tersebut diharapkan menghadirkan fasilitas yang terintegrasi, termasuk dermaga dan berbagai sarana pendukung lainnya. Dengan fasilitas tersebut, aktivitas nelayan diharapkan dapat berlangsung lebih efektif sehingga hasil tangkapan memiliki nilai ekonomi yang lebih baik dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Maunya Presiden, nelayan tidak lagi mengalami kesulitan seperti dulu. Mau membeli BBM susah, menangkap banyak ikan tetapi sulit mendapatkan es, dan pemasarannya juga susah. Karena itu lahirlah program Kampung Nelayan supaya semuanya terintegrasi,” jelas Anwar Hafid.

Gubernur juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk terus mendorong masuknya berbagai program prioritas pemerintah pusat ke daerah. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten menjadi bagian penting agar pembangunan dapat berjalan sesuai sasaran dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.