Skrol untuk membaca pos

Sulteng Siapkan Satgas TB, Kampus Didorong Jadi Garda Depan

Muh. Rifai
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid saat menghadiri Puncak Dies Natalis Ke-9 FKM Universitas Tadulako sekaligus peluncuran Berani Magaya, Sabtu (22/8). Foto: Istimewa
A-AA+A++

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyiapkan langkah baru untuk mempercepat pemberantasan Tuberkulosis (TB) dengan mendorong pembentukan Satuan Tugas (Satgas) TB di setiap kabupaten dan kota. Kebijakan itu menjadi bagian dari target Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk mencapai eliminasi TB melalui gerakan lintas sektor dalam beberapa tahun ke depan.

Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., mengatakan penanganan TB membutuhkan pola kerja yang lebih terkoordinasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, tenaga kesehatan, perguruan tinggi hingga masyarakat.

Dorongan pembentukan Satgas TB disampaikan Anwar saat menerima kunjungan kerja Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., serta Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benyamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR., di Ruang Polibu, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Sabtu (22/8).

“Kepala Daerah, saya pesan, ini TB menjadi prioritas. Kalau perlu, kita bikin masing-masing Satgas TB di kabupaten/kota. Provinsi juga kita bikin untuk melakukan monitoring di semua kabupaten/kota, sehingga daerah yang masih lemah bisa kita perkuat,” tegas Gubernur.

Satgas tersebut nantinya tidak hanya berfungsi dalam penanganan kasus, tetapi juga melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program TB di masing-masing daerah. Dengan pola tersebut, pemerintah provinsi dapat mengetahui daerah yang masih menghadapi kendala dan memberikan penguatan sesuai kebutuhan.

Langkah ini dinilai penting karena penanganan TB membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah tidak hanya berkewajiban menyediakan kebijakan dan layanan, tetapi juga harus memastikan masyarakat mendapatkan akses pemeriksaan, pengobatan dan pendampingan yang memadai.

“Kalau kita serius semua, satu langkah, satu program, kesatuan gerak, saya yakin dan percaya ini akan bisa kita tuntaskan,” ujar Anwar.

Upaya tersebut kemudian diperluas melalui pelibatan perguruan tinggi. Dalam Puncak Dies Natalis Ke-9 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Tahun 2026 di Auditorium Universitas Tadulako, Sabtu (22/8), pemerintah daerah bersama perguruan tinggi meluncurkan Berani Magaya atau Berantas Infeksi TB, Mahasiswa JaGa dan SaYAng Keluarga.

Program itu dirancang untuk menjadikan mahasiswa sebagai bagian dari gerakan pencegahan dan pemberantasan TB di tengah masyarakat. Mahasiswa diharapkan tidak hanya menerima pengetahuan kesehatan di lingkungan akademik, tetapi juga ikut membantu memberikan edukasi dan mendukung penemuan kasus di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

“Kita berkomitmen hari ini bahwa dalam tiga tahun ke depan, Sulteng bebas TB,” kata Gubernur saat menghadiri kegiatan tersebut.

Anwar mengatakan target bebas TB tidak mungkin dicapai hanya melalui program pemerintah. Kampus, tenaga kesehatan, mahasiswa, keluarga dan masyarakat harus mengambil bagian agar program yang sudah dirancang dapat berjalan sampai tingkat paling dekat dengan warga.

Karena itu, Gubernur meminta Berani Magaya tidak berhenti sebagai kegiatan peluncuran. Program tersebut harus segera diterapkan dalam bentuk kegiatan yang dapat dirasakan manfaatnya di lingkungan kampus, keluarga dan masyarakat.

“Kita akan koordinasikan dengan seluruh perguruan tinggi dan jajaran kesehatan supaya apa yang kita launching hari ini betul-betul bisa berjalan,” katanya.

Menurut Anwar, perguruan tinggi memiliki jaringan sumber daya manusia yang dapat membantu pemerintah memperluas edukasi terkait TB. Mahasiswa dapat berperan dalam menyampaikan informasi tentang pencegahan, membantu menemukan masyarakat yang diduga mengalami gejala TB, serta memberikan pendampingan agar pasien menjalani pengobatan hingga tuntas.

“Kerja sama ini hanya bisa berjalan kalau kita bersama-sama dengan seluruh perguruan tinggi. Apa yang digagas melalui Berani Magaya hari ini adalah sebuah konsep yang sangat aktual dan harus kita lakukan,” tegasnya.

Penguatan sistem penanganan TB juga mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Kementerian Kesehatan dijadwalkan memberikan 16 unit portable X-Ray untuk membantu deteksi dini TB di Sulawesi Tengah. Peralatan tersebut ditargetkan tiba pada September 2026.

Ketersediaan fasilitas pemeriksaan menjadi salah satu bagian yang diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap deteksi TB. Gubernur menilai ketika akses pemeriksaan dan pengobatan semakin mudah, pemerintah dan seluruh pihak dapat lebih fokus pada upaya menemukan kasus sedini mungkin serta memastikan pasien menyelesaikan pengobatan.

“Kalau masyarakat kita sudah tidak susah lagi untuk berobat, sekarang mari kita fokus menjadikan Sulawesi Tengah ini bebas dari TB,” ujar Anwar.

Target pemberantasan TB tersebut juga ditempatkan dalam kerangka program 9 Berani Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah serta dukungan terhadap agenda nasional pemerintah melalui Asta Cita Presiden. Komitmen itu juga melibatkan pemerintah kabupaten dan kota sebagai ujung tombak pelaksanaan program di daerah masing-masing.

“Kami ingin menyampaikan bahwa komitmen kita di Sulawesi Tengah, baik pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota, begitu besar untuk menyukseskan program Asta Cita Bapak Presiden di Sulawesi Tengah,” pungkas Gubernur.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut turut hadir Wakil Menteri Dalam Negeri RI Komjen Pol. (Purn.) Dr. Akhmad Wiyagus, S.I.K., M.Si., M.M., Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benyamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR., Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., Rektor Universitas Tadulako Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., dosen FKM Untad, ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, serta jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan kepala daerah se-Sulawesi Tengah. ***

Berita Terkait

Bahlil Janji Revisi Kepmen ESDM 157, Sulteng Menunggu
Walatana Disiapkan Jadi Model Pertanian Modern Sulteng
Sulteng Kirim Rp1 Miliar Bantu Warga Korban Gempa NTT
HUT RI ke-81, Generasi Muda Sulteng Kibarkan Merah Putih
Ketua DPRD Sulteng Bacakan Teks Proklamasi HUT RI ke-81
Gubernur Anwar Hafid Sebut TMMD Buka Masa Depan Umbele