Skrol untuk membaca pos

Sade Terbakar, Warisan Budaya Sasak Menanti Pemulihan

Muh. Rifai
Kondisi Kampung Adat Sade, Lombok Tengah, setelah terdampak kebakaran. Foto: Dispar Lombok Tengah
A-AA+A++

Kebakaran yang melanda Kampung Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, tidak hanya meninggalkan kerusakan pada rumah warga, tetapi juga menjadi tantangan bagi keberlangsungan salah satu ruang hidup budaya Sasak. Pemerintah kini memprioritaskan keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat sebelum menyiapkan proses pemulihan serta pembangunan kembali kawasan adat tersebut.

Musibah kebakaran yang terjadi di Kampung Adat Sade membuat sejumlah rumah warga terdampak. Berdasarkan pendataan sementara, kerusakan masih terus dihimpun oleh pemerintah daerah untuk mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai dampak yang ditimbulkan.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, warga harus menghadapi kehilangan tempat tinggal dan kerusakan lingkungan permukiman yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sasak.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, keselamatan warga menjadi perhatian utama pemerintah setelah kebakaran terjadi. Pemerintah bersama pemerintah daerah dan berbagai unsur terkait terus melakukan penanganan agar masyarakat terdampak dapat segera memperoleh kebutuhan dasar.

“Kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam kepada seluruh masyarakat Kampung Adat Sade yang terdampak. Yang paling penting saat ini adalah memastikan warga dalam kondisi aman dan kebutuhan dasar masyarakat dapat segera terpenuhi,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam siaran pers kemenpar.

Sejak awal kejadian, Kementerian Pariwisata melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, serta pemangku kepentingan lainnya. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memantau perkembangan penanganan sekaligus mengidentifikasi bantuan yang dapat diberikan sesuai kebutuhan masyarakat di lokasi.

Kementerian Pariwisata juga melibatkan Politeknik Pariwisata Lombok dalam penanganan dampak kebakaran. Menteri Widiyanti meminta institusi tersebut bersiap membuka dapur umum untuk membantu kebutuhan konsumsi masyarakat yang terdampak.

“Saya sudah meminta Poltekpar Lombok untuk bergerak dan memberikan dukungan yang dibutuhkan masyarakat, termasuk menyiapkan dapur umum. Pelaksanaannya akan dilakukan secara terkoordinasi dan saat ini kami menunggu arahan Forkopimda Kabupaten Lombok Tengah agar bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran dan tidak tumpang tindih dengan penanganan yang sudah berjalan,” ujar Widiyanti.

Penanganan di lapangan juga melibatkan pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, pemadam kebakaran, dan sejumlah unsur lainnya. Evakuasi warga, pemadaman api, penyediaan tempat sementara, hingga pembersihan material pascakebakaran dilakukan secara bersama-sama.