Banjir Mendominasi Bencana di Sulawesi Tengah Selama Mei 2026
Sebanyak 26 kejadian bencana alam terjadi di berbagai wilayah Sulawesi Tengah sepanjang Mei 2026. Data tersebut berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah yang mencatat banjir masih menjadi bencana yang paling sering terjadi.
Dari total 26 kejadian, sebanyak 21 di antaranya merupakan banjir. Selain itu, terdapat tiga kejadian tanah longsor, satu kejadian angin puting beliung, dan satu kejadian gabungan banjir serta tanah longsor.
Kota Palu mencatat satu kejadian banjir yang terjadi di Kecamatan Ulujadi. Sementara di Kabupaten Tojo Una-Una, banjir terjadi di Kecamatan Tojo dan Kecamatan Ampana Tete.
Kabupaten Parigi Moutong menjadi daerah dengan jumlah kejadian terbanyak, yakni sembilan kejadian. Bencana yang terjadi didominasi banjir di Kecamatan Torue, Moutong, Bolano Lambunu, Toribulu, dan Balinggi. Selain itu, satu kejadian tanah longsor juga terjadi di Kecamatan Bolano Lambunu.
Di Kabupaten Banggai, tercatat dua kejadian bencana, yaitu tanah longsor di Kecamatan Toili Jaya dan banjir di Kecamatan Pagimana. Sedangkan Kabupaten Banggai Kepulauan mengalami satu kejadian banjir di Kecamatan Tinangkung.
Kabupaten Sigi mencatat tiga kejadian bencana. Banjir terjadi di Kecamatan Nokilalaki dan Kecamatan Kulawi. Sementara satu kejadian lainnya berupa banjir yang disertai tanah longsor juga terjadi di Kecamatan Kulawi.
Kabupaten Poso mengalami lima kejadian bencana selama Mei 2026. Peristiwa tersebut terdiri dari puting beliung dan banjir di Kecamatan Poso Pesisir Utara, tanah longsor di Kecamatan Lore Utara, serta banjir di Kecamatan Pamona Utara dan Kecamatan Poso Pesisir Selatan.
Sementara itu, di wilayah Morowali dan Morowali Utara tercatat tiga kejadian banjir. Dua kejadian terjadi di Kabupaten Morowali, tepatnya di Kecamatan Bungku Pesisir dan Bungku Tengah. Sedangkan satu kejadian lainnya terjadi di Kecamatan Soyojaya, Kabupaten Morowali Utara.
Data BPBD Sulawesi Tengah menunjukkan bahwa banjir masih menjadi ancaman utama di sejumlah daerah. Tingginya curah hujan di beberapa wilayah menjadi salah satu faktor yang memicu terjadinya bencana tersebut. (Rfi)


