Skrol untuk membaca pos

Banjir di Kasimbar, Jembatan Putus di Desa Peningka Sudah Bisa Dilalui

Muh. Rifai
Jembatan Bailey di Desa Peningka, Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong, kini sudah bisa dilalui kendaraan setelah proses pemasangan berjalan normal. Foto: Arsip PUSDALOPS BPBD Kabupaten Parigi Moutong
A-AA+A++

Akses transportasi di Desa Peningka, Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, kini kembali terbuka setelah Jembatan Bailey (Jembatan darurat) selesai dipasang dan sudah bisa dilalui kendaraan.

Jembatan tersebut menjadi akses pengganti setelah jembatan sebelumnya putus akibat banjir pada Jumat, 28 Agustus 2026.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Parigi Moutong, Moh. Rivai, kepada media ini, mengatakan, pemasangan Jembatan Bailey di Desa Peningka berjalan normal dan saat ini sudah dapat dilewati kendaraan.

“Jembatan Bailey di Desa Peningka saat ini sudah bisa dilalui kendaraan,” kata Rivai.

Berfungsinya jembatan tersebut menjadi perkembangan terbaru dalam penanganan dampak banjir di Kecamatan Kasimbar. Sebelumnya, jembatan di Desa Peningka dilaporkan putus akibat banjir sehingga akses kendaraan di wilayah tersebut terganggu.

Jembatan Bailey kemudian disiapkan untuk membuka kembali akses transportasi masyarakat. Pada Jumat malam, jembatan tersebut dilaporkan dalam perjalanan menuju lokasi dan diperkirakan tiba sekitar pukul 22.00 WITA.

Setelah tiba di lokasi, proses pemasangan dilakukan dan berjalan normal. Pada Sabtu, 29 Agustus 2026, jembatan tersebut sudah dapat digunakan oleh kendaraan.

Banjir yang terjadi pada Jumat pagi sebelumnya melanda Desa Labuan Donggulu, Desa Laemanta, Desa Laemanta Utara, dan Desa Peningka di Kecamatan Kasimbar. Banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut hingga menyebabkan aliran sungai meluap ke permukiman warga.

Laporan awal mengenai kejadian banjir diterima PUSDALOPS BPBD Kabupaten Parigi Moutong pada Jumat, 28 Agustus 2026 pukul 08.21 WITA. Waktu kejadian dilaporkan sekitar pukul 05.30 WITA, dengan banjir mulai terjadi sekitar pukul 06.00 WITA di sejumlah dusun.

Data sementara BPBD mencatat sedikitnya 188 kepala keluarga (KK) terdampak di tiga desa yang datanya telah dirinci, yakni Desa Laemanta, Desa Laemanta Utara, dan Desa Labuan Donggulu. Data jumlah KK terdampak di Desa Peningka belum dirinci dalam laporan tersebut.

Di Desa Laemanta, sebanyak 34 KK terdampak, terdiri dari 23 KK di Dusun 1, lima KK di Dusun 2, dan enam KK di Dusun 3.