Kondisi semakin berat karena debit sumber air utama di Desa Kayu Agung hanya sekitar 25 persen dari kondisi normal.
BPBD Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan asesmen, kaji cepat dan koordinasi dengan aparat desa serta masyarakat. Namun, hingga Jumat (21/8), kekeringan masih berlangsung.
Sukabumi Dilanda Hujan Disertai Angin Kencang
Di sisi lain, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menghadapi jenis ancaman yang berbeda.
Hujan disertai angin kencang terjadi pada Kamis (20/8) di Kecamatan Parakansalak dan berdampak terhadap Desa Bojongasih, Lebaksari dan Bojonglongok.
Sebanyak 9 kepala keluarga atau 24 jiwa terdampak, sementara 9 rumah mengalami kerusakan ringan.
BPBD Kabupaten Sukabumi bersama unsur terkait melakukan asesmen dan penanganan di lokasi.
BNPB Minta Kesiapsiagaan Diperkuat
Rangkaian kejadian tersebut memperlihatkan bahwa ancaman bencana pada periode 20–21 Agustus 2026 memiliki pola yang beragam.
Karhutla menjadi persoalan utama di sejumlah daerah, dengan Kalsel menjadi salah satu wilayah yang menghadapi skala penanganan besar. Di sisi lain, kekeringan mulai menekan sektor pertanian di Parigi Moutong, sedangkan cuaca ekstrem memberikan dampak berbeda di Sukabumi.
BNPB mengimbau pemerintah daerah memperkuat kesiapsiagaan, pemantauan dan deteksi dini, sekaligus memastikan ketersediaan sarana dan prasarana pemadaman.
Masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas pembakaran di wilayah rawan karhutla. Jika menemukan kebakaran, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada otoritas setempat agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan efektif.
Laporan BNPB tersebut disampaikan oleh Berton SP Panjaitan, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB. ***









