Hasil relokasi BMKG memperlihatkan sebaran gempa susulan tidak berlangsung secara homogen. Aktivitas tersebut membentuk beberapa klaster. Klaster utama berada di sekitar zona sumber gempa M7,7 di wilayah utara Nagekeo dan membentang mengikuti arah Flores Back-Arc Thrust. Klaster lain muncul di bagian barat zona sumber utama, tepatnya di sebelah utara Kabupaten Manggarai.
Pergerakan pusat aktivitas gempa juga berubah dari hari ke hari. Pada hari pertama hingga keempat setelah gempa utama, kejadian gempa tersebar di berbagai klaster dari arah timur hingga barat. Memasuki hari kelima dan keenam, aktivitas mulai bergeser dan lebih banyak terkonsentrasi di klaster bagian barat. Pada saat yang sama, aktivitas di klaster bagian timur mulai berkurang secara bertahap.
BMKG terus menjalankan pemantauan seismik secara real-time selama 24 jam setiap hari. Petugas memeriksa jumlah kejadian, magnitudo, lokasi sumber gempa, arah pergeseran aktivitas, serta karakteristik sumber gempa untuk mendapatkan gambaran perkembangan rangkaian aftershock.
Pemantauan tersebut diperlukan karena gempa susulan masih dapat terjadi setelah gempa utama. BMKG sebelumnya juga mencatat ribuan gempa susulan dalam beberapa hari pertama, termasuk 2.768 kejadian hingga 19 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB dengan rentang magnitudo M1,1-M6,2.
BMKG meminta masyarakat di wilayah terdampak tetap tenang dan tidak mengikuti informasi yang sumbernya tidak jelas. Warga juga diminta menjauhi bangunan yang mengalami retak atau kerusakan akibat gempa serta tetap waspada terhadap kemungkinan guncangan susulan. ***









