Wakil Ketua II DPRD Kota Palu dari Partai NasDem, Muhammad Anugrah Pratama atau Nugi, resmi mengundurkan diri dari kepengurusan Partai NasDem sekaligus keanggotaan DPRD Kota Palu.
Keputusan itu berkaitan dengan perjalanan politik dan rencana kariernya ke depan, termasuk pilihannya bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Nugi menyampaikan keputusan tersebut dalam konferensi pers di salah satu kafe di Kota Palu, Selasa, 29 September 2026. Ia mengatakan dokumen pengunduran diri dan perpindahan partai telah ditandatangani sejak 5 Agustus 2023 dan telah diverifikasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“Nah kesempatan ini saya ingin menginformasikan status saya sebagai anggota dari Partai Nasdem dan sebagai Wakil Ketua 2 DPRD Kota Palu dengan ini berakhir,” kata Nugi.
Menurut Nugi, proses verifikasi dilakukan saat dirinya berada di Jakarta. Pada hari yang sama, ia mengikuti proses tersebut melalui sambungan video dengan KPU.
“Jadi, saya sudah secara resmi bukan Nasdem lagi,” ujarnya.
Nugi menyampaikan terima kasih kepada Partai NasDem yang menjadi partai pertamanya ketika terjun ke dunia politik. Selama sekitar empat tahun menjadi kader, ia mengaku mendapatkan banyak pengalaman politik.
Ia juga meminta maaf kepada koleganya di DPRD Kota Palu karena tidak menyelesaikan masa pengabdiannya hingga akhir. Ucapan terima kasih disampaikan kepada Sekretariat DPRD Kota Palu yang selama ini memberikan dukungan kepadanya.
Kepada konstituennya, Nugi memastikan perubahan partai tidak mengubah komitmennya untuk tetap berbuat baik dan berinteraksi dengan masyarakat.
“Jabatan bukanlah halangan saya untuk berbuat baik. Saya masih jadi Nugi yang seperti dulu, mungkin partainya sudah berbeda, akan tetapi, saya masih yang dulu,” katanya.
Terkait alasannya memilih PSI, Nugi mengatakan keputusan tersebut diambil dengan kesadaran penuh setelah mempertimbangkan karier politiknya. Ia juga mengungkapkan adanya perbedaan antara jargon NasDem sebagai partai tanpa mahar dengan apa yang menurutnya ia temui setelah berada di dalam partai.
“NasDem sebenarnya dari awal itu kan, partai tanpa mahar ya? Partai tanpa mahar, dan setelah saya masuk di dalam, itu tidak sesuai,” ujar Nugi.









