Saat ditanya mengenai faktor yang membuatnya mantap berpindah, Nugi mengaitkannya dengan penghargaan terhadap sang ayah yang juga memiliki perjalanan politik.
“Ketika bapak saya sudah tidak dihargai, itu sangat fatal menurut saya. Di mana bapak saya sudah banyak-banyak berkorban,” kata Nugi.
Nugi mengatakan perjalanan politik memiliki pasang surut dan keputusan politik tidak selalu dapat diprediksi. Ia menyebut sang ayah juga telah berpindah pilihan politik, sementara ibunya masih memiliki pilihan politik yang berbeda.
“Pandangan politik kan masing-masing beda-beda terserah orang. Di keluarga kita juga begitu. Politik kita bikin seperti pekerjaan. Di rumah sudah tidak ada yang ngomongin itu lagi,” ujarnya.
Ia mengatakan ingin fokus pada karier ke depan dan tidak mencampurkan keputusan politik dengan perasaan pribadi.
Sementara itu, pihak PSI mengakui telah mengajak Nugi bergabung dalam jajaran pimpinan. Namun, posisi yang akan ditempati masih menunggu pembahasan lebih lanjut oleh Ketua Umum PSI.
“Memang kita agak lebih banyak menarik yang muda-muda. Termasuk kemarin kita sudah melamar langsung Nugie untuk masuk di jajaran pimpinan,” kata Fery Anwar yang turut mendampingi pengumuman pengunduran diri Nugi.
Dengan keputusan tersebut, Nugi menyatakan siap melanjutkan perjalanan politik melalui PSI dan membawa pengalaman selama menjadi kader NasDem untuk agenda politik berikutnya di Kota Palu. (Red)









