WhatsApp Image 2026-10-26 at 23.12.47

Rupiah Tertekan, BI Kerek Suku Bunga Jadi 5,50 Persen

Muh. Rifai
Bank Indonesia. Foto: Arsip BI
A-AA+A++

Menurut BI, penguatan likuiditas menjadi penting agar aktivitas ekonomi tetap berjalan dan pertumbuhan uang primer bisa dipertahankan pada level dua digit.

Di pasar keuangan, bank sentral juga akan meningkatkan intensitas operasi moneter. Lelang SRBI akan dilakukan dua kali dalam sepekan, sementara intervensi di pasar valuta asing terus diperkuat melalui transaksi spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), maupun Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri.




Langkah-langkah tersebut menjadi sinyal bahwa BI berupaya menjaga stabilitas Rupiah dengan kombinasi kebijakan suku bunga, instrumen moneter, serta intervensi pasar yang lebih agresif.

Pada saat yang sama, koordinasi dengan pemerintah juga terus diperkuat. Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan sepakat menjaga sinergi kebijakan fiskal dan moneter agar stabilitas ekonomi tetap terjaga di tengah ketidakpastian global.

Kerja sama tersebut mencakup upaya meningkatkan daya tarik investasi portofolio asing sekaligus menjaga kecukupan likuiditas di pasar keuangan domestik.

Meski tantangan global masih tinggi, BI menilai fundamental ekonomi Indonesia tetap cukup kuat. Dengan serangkaian kebijakan yang ditempuh, bank sentral berharap stabilitas Rupiah dapat kembali terjaga dan sasaran inflasi pada 2026 hingga 2027 tetap tercapai. (Red)

Berita Lainnya

Suku Bunga Tetap 5,75 Persen, BI Fokus Jaga Rupiah dan Pertumbuhan Ekonomi
BCA Cetak Kredit Rp1.036 Triliun hingga Juni 2026
Defisit APBN 2027 Dipatok 2,4 Persen, Target Pajak Jadi Tantangan
BI-Rate Tetap 5,75 Persen, Ini Arah Kebijakan BI
APBN 2027 Ekspansif, Ini Sektor yang Dapat Anggaran Besar
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen, Apa Pemicunya?