Menurut BI, penguatan likuiditas menjadi penting agar aktivitas ekonomi tetap berjalan dan pertumbuhan uang primer bisa dipertahankan pada level dua digit.
Di pasar keuangan, bank sentral juga akan meningkatkan intensitas operasi moneter. Lelang SRBI akan dilakukan dua kali dalam sepekan, sementara intervensi di pasar valuta asing terus diperkuat melalui transaksi spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), maupun Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri.
Langkah-langkah tersebut menjadi sinyal bahwa BI berupaya menjaga stabilitas Rupiah dengan kombinasi kebijakan suku bunga, instrumen moneter, serta intervensi pasar yang lebih agresif.
Pada saat yang sama, koordinasi dengan pemerintah juga terus diperkuat. Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan sepakat menjaga sinergi kebijakan fiskal dan moneter agar stabilitas ekonomi tetap terjaga di tengah ketidakpastian global.
Kerja sama tersebut mencakup upaya meningkatkan daya tarik investasi portofolio asing sekaligus menjaga kecukupan likuiditas di pasar keuangan domestik.
Meski tantangan global masih tinggi, BI menilai fundamental ekonomi Indonesia tetap cukup kuat. Dengan serangkaian kebijakan yang ditempuh, bank sentral berharap stabilitas Rupiah dapat kembali terjaga dan sasaran inflasi pada 2026 hingga 2027 tetap tercapai. (Red)




