Skrol untuk membaca pos

DPRD Sulteng: Wawasan Nusantara Langkah Strategis Nasional

Muh. Rifai
A-AA+A++

“Sinergi yang kuat antar seluruh pihak akan memastikan program penguatan wawasan nusantara berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tutupnya.

Sebelaumnya, Brigjen TNI Parwito, menjelaskan, penyelenggaraan pertahanan negara merupakan fungsi utama negara dalam menjaga kedaulatan dan keselamatan bangsa dari berbagai ancaman. Ia menilai bahwa tantangan yang dihadapi saat ini semakin kompleks, mulai dari ancaman militer hingga non-militer.

“Kompleksitas ancaman saat ini mencakup ancaman hibrida, gangguan siber, bencana alam, disrupsi teknologi, hingga dinamika geopolitik yang terus berkembang,” jelas Parwito.

Ia juga menegaskan, sistem pertahanan negara tidak lagi hanya bergantung pada kekuatan militer konvensional, melainkan harus mampu mengintegrasikan seluruh potensi nasional secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Hal tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara, yang menjadi landasan hukum dalam penyiapan dan pendayagunaan sumber daya nasional secara terencana dan terukur.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, Kemenko Polhukam juga telah menetapkan program prioritas berupa Komponen Cadangan (Komcad) dan Komponen Pendukung (Komduk) sebagai bagian dari strategi pertahanan nasional.

Rapat koordinasi ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan sinkronisasi dalam penguatan konsep serta praktik wawasan nusantara guna mendukung penguatan komponen cadangan di Sulawesi Tengah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi forum untuk menyamakan persepsi antar pemangku kepentingan.

Tak hanya itu, forum ini juga membahas identifikasi potensi sumber daya nasional di wilayah Sulawesi Tengah yang dapat dimanfaatkan dalam mendukung sistem pertahanan semesta. Sinergi lintas sektor menjadi salah satu fokus utama agar kesiapan sumber daya nasional dapat dioptimalkan.

Kota Palu sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah dinilai memiliki posisi strategis dalam pelaksanaan program prioritas tersebut.

Dengan dukungan berbagai pihak, daerah ini diharapkan mampu menjadi salah satu pusat penguatan komponen cadangan di Indonesia. ***