“Tunjukkan kemampuan terbaik secara objektif dan apa adanya, karena hasil yang diperoleh akan menjadi dasar pertimbangan dalam menentukan kelayakan untuk melanjutkan ke tahapan berikutnya,” tambah Sitti Asma Ul Husnasyah.
Penilaian potensi serta kompetensi manajerial dan sosial kultural tersebut dikoordinasikan oleh Kepala UPT Penilaian Kompetensi Pegawai BKD Provinsi Sulawesi Tengah. Unit tersebut telah terakreditasi A dan didukung oleh asesor yang memiliki sertifikasi serta pengalaman profesional di bidang penilaian kompetensi ASN.
Seluruh proses seleksi juga berada dalam pemantauan langsung Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebagai instansi pembina manajemen ASN secara nasional. Keterlibatan BKN bertujuan memastikan bahwa tahapan seleksi berjalan sesuai regulasi dan prinsip transparansi.
“Kami memastikan pelaksanaan seleksi berlangsung transparan, objektif, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Sitti Asma Ul Husnasyah.
Dalam pelaksanaan uji kompetensi, peserta mengikuti sejumlah metode penilaian yang dirancang untuk menggambarkan kapasitas kepemimpinan, kemampuan pengambilan keputusan, manajemen konflik, komunikasi, hingga sensitivitas sosial kultural. Aspek sosial kultural menjadi salah satu fokus penilaian, mengingat karakteristik masyarakat Sulawesi Tengah yang beragam sehingga membutuhkan pemimpin yang mampu membangun komunikasi dan koordinasi lintas sektor secara efektif.
Selain itu, penilaian manajerial diarahkan untuk mengukur kemampuan peserta dalam menyusun perencanaan strategis, mengelola sumber daya, serta mengawal pelaksanaan program dan kegiatan sesuai target kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) masing-masing. Dengan demikian, pejabat yang terpilih nantinya diharapkan mampu memperkuat tata kelola pemerintahan di tingkat provinsi.
Seleksi terbuka JPT Pratama ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam menerapkan sistem merit, yakni kebijakan dan manajemen ASN yang didasarkan pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil dan wajar tanpa diskriminasi. Sistem ini juga menjadi instrumen untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik.
Melalui proses seleksi yang kompetitif dan berbasis kompetensi, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap dapat menjaring pejabat pimpinan tinggi pratama yang memiliki integritas, kapasitas kepemimpinan, serta komitmen dalam menjalankan program pembangunan daerah. Pejabat yang terpilih nantinya akan memegang peran strategis dalam mendukung visi dan misi kepala daerah serta meningkatkan kinerja organisasi perangkat daerah.







