Satu Tahun Sulteng Berani, DPRD Beri Pesan
Ketua DPRD Sulawesi Tengah, H. Mohammad Arus Abdul Karim, menyatakan momentum Tasyakuran 1 Tahun “Sulteng Berani” menjadi ajang memperkuat sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam mendorong pembangunan yang berpihak kepada rakyat. Kegiatan yang dirangkaikan dengan zikir, doa bersama, dan buka puasa itu digelar di pelataran Masjid Baitul Khairaat, Kota Palu, Minggu (22/2/2026).
Arus Abdul Karim menilai refleksi satu tahun kepemimpinan daerah bukan sekadar seremoni, tetapi ruang evaluasi bersama atas capaian dan tantangan pembangunan di Sulawesi Tengah. Ia menegaskan DPRD siap terus bersinergi dengan pemerintah provinsi dalam memastikan program prioritas berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Semangat kebersamaan, doa, dan rasa syukur ini harus menjadi energi kolektif untuk terus bekerja dan menghadirkan kebijakan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Sulawesi Tengah,” ujar Arus di sela kegiatan.
Tasyakuran 1 Tahun “Sulteng Berani” merupakan rangkaian refleksi atas perjalanan pemerintahan di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, bersama Wakil Gubernur Reny A Lamadjido. Kegiatan ini dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Tengah, para bupati se-Sulawesi Tengah, kepala instansi vertikal, pimpinan BUMN wilayah Sulteng, Ketua PB Alkhairaat beserta jajaran, para camat dan lurah se-Kota Palu, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Rangkaian acara diawali dengan zikir dan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas capaian pembangunan selama satu tahun terakhir. Suasana khidmat terlihat saat seluruh undangan mengikuti doa yang dipanjatkan untuk keberlanjutan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid yang didampingi Wakil Gubernur Reny A Lamadjido menyampaikan komitmen untuk melanjutkan program prioritas daerah. Ia menegaskan pemerintah provinsi akan terus bekerja memperkuat sektor-sektor strategis, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Kami berkomitmen untuk terus melanjutkan program-program prioritas demi kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah. Satu tahun ini menjadi pijakan untuk bekerja lebih baik ke depan,” kata Anwar Hafid.
Arus Abdul Karim mengatakan, DPRD memiliki fungsi pengawasan dan penganggaran yang akan terus dijalankan secara optimal. Ia menyebut sinergi antara lembaga legislatif dan eksekutif menjadi kunci dalam memastikan setiap kebijakan dan program tepat sasaran.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya diukur dari realisasi fisik semata, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat merasakan dampaknya dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, ia mendorong agar evaluasi rutin terus dilakukan agar kebijakan yang diambil benar-benar berbasis kebutuhan riil masyarakat.
“Kami di DPRD akan terus mengawal kebijakan pemerintah provinsi. Kolaborasi yang sudah terbangun selama ini harus dijaga agar arah pembangunan tetap sejalan dengan aspirasi rakyat,” ujarnya.
Kegiatan tersebut juga diisi dengan ceramah agama oleh Prof. Dr. KH Zainal Abidin, M.Ag yang menyampaikan pesan moral tentang pentingnya kepemimpinan yang jujur dan amanah. Ia mengingatkan, jabatan adalah tanggung jawab yang harus dijalankan dengan integritas dan komitmen terhadap kepentingan masyarakat luas.
Dalam ceramahnya, Zainal Abidin mengajak seluruh unsur pemerintahan untuk menjaga kebersamaan serta memperkuat nilai-nilai keimanan dalam menjalankan tugas. Ia menilai harmoni antara pemimpin dan masyarakat menjadi fondasi dalam menciptakan suasana daerah yang kondusif.
Kehadiran berbagai unsur pemerintahan dan tokoh masyarakat dalam kegiatan tersebut menunjukkan dukungan bersama terhadap keberlanjutan program “Sulteng Berani”. Momentum ini juga menjadi ruang silaturahmi antarpejabat daerah dan elemen masyarakat.
Bagi DPRD Sulawesi Tengah, tasyakuran satu tahun kepemimpinan ini menjadi pengingat bahwa kerja-kerja pembangunan masih panjang. Arus Abdul Karim berharap semangat kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut dapat diterjemahkan dalam kebijakan yang konsisten dan berpihak pada kepentingan publik.
Acara kemudian ditutup dengan buka puasa bersama yang semakin mempererat hubungan antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat. Kebersamaan dalam suasana Ramadan itu menjadi simbol kolaborasi yang diharapkan terus terjaga dalam menjalankan roda pemerintahan di Sulawesi Tengah. ***


