WhatsApp Image 2026-10-26 at 23.12.47

Prabowo Subianto dan Refleksi Pentingnya Menulis Tangan

Muh. Rifai
Momen Presiden Prabowo Subianto sedang khusyuk mencatat di buku tulis, mendengarkan wejangan dari tokoh lingkungan dan ekonom terkemuka, Prof. Emil Salim. Foto: Instagram @presidenrepublikindonesia
A-AA+A++

Mengolah Informasi dengan Lebih Baik

Keunggulan lain dari menulis tangan adalah kemampuan otak untuk menyaring dan memprioritaskan informasi penting.




Seorang mahasiswa bernama Dini, mengakui, bahwa ia lebih mudah memahami dan mengingat pelajaran ketika mencatat dengan tangan.

“Ketika menulis tangan, saya tidak bisa menyalin semua informasi secara mentah. Saya harus merangkum dan menuliskannya dengan bahasa saya sendiri, itu membuat saya lebih paham,” ujarnya.

Penelitian dari Psychological Science mendukung pernyataan ini. Mereka yang mencatat tangan tidak hanya mengingat lebih banyak informasi tetapi juga mampu memahami konsep lebih mendalam dibandingkan mereka yang mengetik catatan.

Tantangan di Era Digital

Namun, menulis tangan menghadapi tantangan besar di zaman ini. Sebagian besar pelajar dan profesional beralih ke laptop atau tablet karena kemudahan dan kecepatan yang ditawarkan. Sesi pertemuan di kantor, kuliah online, hingga seminar lebih banyak bergantung pada catatan digital yang mudah diakses dan dibagikan.

Meski demikian, para ahli menilai, bahwa terlalu mengandalkan perangkat digital bisa berdampak negatif terhadap proses pembelajaran.

Dr. Virginia Berninger dari Universitas Washington menekankan bahwa anak-anak yang sering mengetik berisiko kehilangan kemampuan menulis yang esensial bagi perkembangan kognitif dan kreativitas mereka.

“Menulis tangan bukan hanya soal fisik, tetapi bagaimana otak membangun jalur memori yang berkelanjutan. Jika terlalu banyak bergantung pada mengetik, kita bisa kehilangan manfaat tersebut,” ujarnya mengutip Washington.edu.

Menyatukan Tradisi dan Teknologi

Meskipun menulis tangan menghadapi ancaman dari teknologi, bukan berarti kita harus meninggalkan salah satu di antaranya. Justru, keduanya bisa saling melengkapi. Beberapa platform digital kini menyediakan fitur menulis tangan melalui stylus, seperti Apple Pencil atau Samsung S Pen. Fitur ini memungkinkan pengguna merasakan kembali sensasi menulis di atas kertas, meski dilakukan di perangkat digital.

Siswa bisa memanfaatkan cara ini untuk mencatat pelajaran secara manual, lalu mengolahnya di perangkat digital untuk mempermudah pengarsipan atau presentasi.

Menjaga Warisan Kognitif Melalui Menulis Tangan

Menulis tangan adalah tradisi yang telah terbukti selama berabad-abad mampu meningkatkan kemampuan intelektual manusia. Di balik setiap huruf yang kita goreskan, ada aktivitas saraf yang memperkaya daya ingat, pemahaman, dan kreativitas kita.