Kebijakan pemerintah pusat melakukan penyegaran kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) mendapat dukungan dari berbagai kalangan. Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya memperkuat kinerja lembaga negara dalam menjalankan program-program prioritas nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, H. Ambo Dalle, menyampaikan apresiasi atas keputusan pemerintah mengganti pimpinan Badan Gizi Nasional. Menurutnya, pergantian kepemimpinan merupakan hal yang wajar dalam sebuah organisasi untuk meningkatkan efektivitas kerja sekaligus mendorong percepatan pencapaian target pembangunan.

Dalam keterangannya kepada media, Ambo Dalle menyatakan bahwa kebijakan tersebut patut didukung oleh seluruh elemen masyarakat karena bertujuan memperkuat pelaksanaan program-program strategis pemerintah.

“Saya sepenuhnya mendukung kebijakan pemerintah yang mengganti Kepala Badan Gizi Nasional. Ini adalah langkah penyegaran yang positif dan perlu kita dukung bersama demi tercapainya target-target pembangunan nasional,” ujar Ambo Dalle.

Ia menilai hadirnya kepemimpinan baru di Badan Gizi Nasional membawa harapan bagi penguatan berbagai program yang berkaitan dengan ketahanan pangan, pemenuhan gizi masyarakat, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Menurutnya, sektor gizi memiliki peran besar dalam menciptakan generasi yang sehat dan produktif, sehingga membutuhkan pengelolaan yang optimal dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Ambo Dalle mengatakan bahwa keberhasilan program-program gizi nasional akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Selain itu, upaya pemenuhan gizi yang merata juga dapat mendukung pembangunan sumber daya manusia yang memiliki daya saing tinggi di masa depan.

Menurutnya, Badan Gizi Nasional memiliki posisi strategis dalam mendukung agenda pembangunan nasional, terutama yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, kepemimpinan baru diharapkan mampu menghadirkan inovasi serta memperkuat koordinasi lintas sektor agar program-program yang dijalankan dapat berjalan lebih efektif.

Ambo Dalle juga berharap agar pimpinan baru BGN dapat membangun sinergi yang lebih kuat dengan kementerian, lembaga negara, serta pemerintah daerah di seluruh Indonesia. Dengan koordinasi yang baik, pelaksanaan program diyakini akan lebih tepat sasaran dan mampu menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

“Kita berharap dengan hadirnya nahkoda baru di Badan Gizi Nasional, sinergi antarlembaga semakin kuat dan target-target kesejahteraan masyarakat yang telah dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto dapat segera terwujud secara merata di seluruh Indonesia,” katanya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan program pemerintah tidak hanya bergantung pada lembaga pelaksana, tetapi juga membutuhkan dukungan dari seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan masyarakat luas. Kolaborasi yang baik dinilai akan mempercepat pencapaian berbagai program prioritas yang telah dirancang pemerintah.

Dalam konteks pembangunan nasional, penguatan sektor gizi dan ketahanan pangan menjadi bagian dari agenda besar pemerintah untuk menciptakan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Program-program tersebut diharapkan mampu mengurangi berbagai persoalan yang berkaitan dengan gizi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan nasional.

Di akhir keterangannya, Ambo Dalle mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung berbagai program prioritas pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan rakyat. Ia menegaskan bahwa dukungan masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan program-program pembangunan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata.

“Mari kita kawal dan dukung bersama seluruh program Bapak Presiden Prabowo Subianto sesuai dengan Asta Cita demi terwujudnya Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (Red)