Skrol untuk membaca pos

Anwar Hafid, dari Kepala Desa hingga Gubernur Terpilih Sulawesi Tengah

Muh. Rifai
Anwar Hafid. Foto: Istimewa
A-AA+A++

Dalam Rapat Pleno Terbuka yang digelar di Sriti Convention Hall, Palu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tengah resmi menetapkan Anwar Hafid dan dr. Reny Lamadjido sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih periode 2024-2029.

Pasangan nomor urut 2 ini meraih 724.518 suara atau 45,00% dari total suara sah, mencatat kemenangan yang menjadi bukti kuat kepercayaan masyarakat terhadap sosok pemimpin mereka.

Anwar Hafid adalah figur yang tidak asing bagi publik Sulawesi Tengah, khususnya bagi masyarakat Morowali. Dengan perjalanan hidup yang panjang dan berliku, Anwar meniti karier dari akar rumput hingga mampu berdiri di puncak kepemimpinan provinsi ini.

Perjalanan Hidup: Awal dari Wosu

Anwar Hafid lahir pada 14 Agustus 1969 di Wosu, Bungku Barat, Kabupaten Morowali. Usia 55 tahun yang kini ia emban menjadi saksi perjalanan panjang dari seorang anak desa sederhana menjadi pemimpin daerah.

Anwar tumbuh dalam lingkungan keluarga yang penuh kerja keras, nilai-nilai yang kelak membentuk dirinya sebagai pemimpin visioner.

Lulusan SDN Wosu dan melanjutkan pendidikan hingga meraih gelar doktor di bidang ilmu pemerintahan, Anwar Hafid adalah contoh nyata sosok pemimpin yang terus mengembangkan diri. Pendidikan formalnya membentang dari Akademi Pemerintahan Dalam Negeri hingga Institut Pemerintahan Dalam Negeri.

Awal Karier: Kepala Desa hingga Camat

Karier pemerintahan Anwar dimulai saat ia dipercaya menjadi Kepala Desa Rante Balla di Kabupaten Luwu. Jabatan tersebut bukan sekadar awal pengabdian, tetapi juga tempat ia belajar bagaimana menangani persoalan masyarakat di tingkat akar rumput. Setelah itu, ia menjabat sebagai Sekretaris Camat (Sekcam) dan kemudian menjadi Camat.

Kemampuan Anwar dalam mengelola birokrasi membuatnya dipercaya untuk memegang berbagai jabatan penting, mulai dari Kepala Bagian Pemerintahan hingga Asisten Bagian Pemerintahan di Luwu Timur. Pengalaman ini menjadi fondasi kuat saat ia akhirnya mencalonkan diri dan terpilih sebagai Bupati Morowali pada 2007.

Sepuluh Tahun Transformasi Morowali

Masa jabatan Anwar sebagai Bupati Morowali selama dua periode (2007-2017) menjadi puncak dari kontribusi nyatanya terhadap pembangunan daerah. Saat pertama kali menjabat, Morowali masih tergolong daerah tertinggal. Namun, Anwar Hafid membawa perubahan besar.