Skrol untuk membaca pos

Reses Rusman Ramli, Warga Curhat Soal Jalan, Sampah, Lampu hingga Air Bersih

Muh. Rifai
Anggota DPRD Kota Palu Rusman Ramli, ST., MM., saat mendengarkan dan menampung aspirasi warga dalam Reses Caturwulan II Tahun Sidang 2026 di Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Rabu (19/8/2026). Foto: Infopena.com
A-AA+A++

Warga berharap kehadiran perwakilan Perkim dalam reses dapat menjadi jalan untuk mencari solusi terhadap persoalan tersebut.

Warga Keluhkan Sampah dan Kendaraan Berat

Kaliman dari RT 5 RW 6 menyampaikan beberapa persoalan yang dihadapi warga.

Salah satunya mengenai pengangkutan sampah. Menurut Kaliman, jadwal pengangkutan sampah sebenarnya tiga kali dalam seminggu. Namun, pada beberapa kesempatan sampah tidak terangkut karena kendaraan atau sopir tidak tersedia.

Ia juga meminta bantuan untuk pembangunan drainase di lorong tempat tinggalnya.

Persoalan lain adalah kendaraan berat dan bus perusahaan yang melintas di Jalan Dayodara. Menurut Kaliman, kendaraan tersebut mengganggu warga dan membuat jalan lebih cepat rusak.

Ia juga meminta pohon-pohon besar di sekitar permukiman diperiksa dan ditangani. Langkah tersebut diperlukan untuk mengurangi risiko pohon tumbang yang dapat membahayakan warga.

Warga Vatutela Minta Lampu dan Air Bersih

Firmansyah, Ketua RT 5 RW 13 Vatutela, Kelurahan Tondo, menyampaikan kondisi lingkungan yang dihuni sekitar 2.300 unit rumah.

Menurutnya, warga tidak meminta pembangunan jalan atau drainase dengan anggaran besar. Kebutuhan yang paling dirasakan justru fasilitas dasar seperti lampu penerangan.

“Dari 2.300 cuma dapat 10 unit, sangat memprihatinkan,” kata Firmansyah.

Selain lampu jalan, warga juga mengalami persoalan air bersih.

Firmansyah mengatakan warga kesulitan mendapatkan sambungan jaringan air bersih dari Perumdam. Sementara itu, apabila warga harus membuka jaringan sendiri, biaya yang dibutuhkan diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta.

Ia berharap masyarakat dapat dipertemukan dengan pihak Perumdam untuk mencari solusi. Warga, kata dia, pada dasarnya bersedia membayar biaya sambungan sesuai ketentuan.

“Toh, kami juga mau untuk membuka DP-nya, kemudian apanya itu, kami mau, Pak. Dibayar berapa Rp2 juta, masyarakat mau,” ujarnya.

Firmansyah juga meminta adanya pelayanan administrasi kependudukan secara langsung di wilayah mereka. Ia berharap Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dapat mendatangi kawasan tersebut sehingga warga tidak perlu datang beramai-ramai ke kantor pelayanan.

Lampu Jalan Juga Jadi Sorotan

Warga dari RT 2 RW 1, Kelurahan Talise juga menyampaikan persoalan penerangan jalan.

Berita Lainnya

Nugi Mundur dari NasDem dan DPRD Palu, Pilih Bergabung ke PSI
Reses Rini Haris: Warga Minta Jalan, Air dan Bansos Dibenahi
Reses Haekal Ishak, Warga Siranindi Titip Tiga Aspirasi
DPRD Palu Kawal KUA-PPAS 2027, Anggaran Disepakati Rp1,959 Triliun
Banggar DPRD Palu Perkuat Arah Anggaran 2027
DPRD Palu Tahan Target Dividen, BUMD Diminta Benahi Tata Kelola