Rusman menyatakan siap mendukung kegiatan yang diinisiasi masyarakat tersebut. Ia berharap Baki Salama dapat dikembangkan menjadi kegiatan yang tidak hanya dinikmati warga setempat, tetapi juga bisa menarik masyarakat dari luar daerah.
Menurutnya, unsur budaya dan tradisi lokal perlu tetap menjadi bagian utama dalam kegiatan tersebut. Hiburan boleh hadir, tetapi identitas budaya yang menjadi dasar kegiatan harus tetap dijaga.
Warga Huntap Butuh Sound System
Aspirasi lainnya datang dari Sarjono Tahir, warga Huntap RT 1. Ia menceritakan kebutuhan sound system untuk kegiatan masyarakat.
Menurut Sarjono, warga sering menggelar kegiatan keagamaan dan sosial. Namun, RT belum memiliki sound system sendiri sehingga setiap ada kegiatan warga harus mencari atau meminjam peralatan tersebut.
“Kami menyampaikan permohonan kepada Bapak bagaimana bisa membantu kami untuk bisa mengadakan sound system untuk kegiatan-kegiatan kemasyarakatan di Huntap,” kata Sarjono.
Rusman mengatakan bantuan sound system sebenarnya dapat diupayakan melalui beberapa jalur. Namun, setiap jalur memiliki persyaratan yang harus dipenuhi.
Ia menjelaskan, bantuan dapat diusulkan melalui kelompok masyarakat tertentu, termasuk Kelompok Usaha Bersama (Kube) dan majelis taklim yang telah memenuhi ketentuan.
Rusman meminta warga tidak menganggap perbaikan proposal sebagai sesuatu yang mempersulit. Menurutnya, dokumen harus diperbaiki apabila belum sesuai dengan aturan agar tidak menimbulkan masalah ketika dilakukan pemeriksaan.
“Kalau diperiksa tidak sesuai dengan aturan, itu juga bermasalah. Jadi prasyarat dan ketentuan-ketentuannya itu yang harus diperbaiki,” jelasnya.
Jalan di Besusu Barat Jadi Keluhan Warga
Rudin, Ketua RT 2 RW 5 Kelurahan Besusu Barat, menyampaikan kondisi jalan di sekitar Jalan Baru Kapistan.
Ia mengatakan akses jalan di sekitar jembatan kini sulit dilalui kendaraan. Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh warga yang setiap hari menggunakan jalur tersebut.
Rudin mengatakan warga bahkan bersedia memberikan sebagian tanah untuk mendukung pelebaran jalan.
“Mereka ikhlas memberikan kurang lebih satu meter setengah dihibahkan di situ agar supaya jalan dari Cut Nyak Dien sampai di Batu Pengda itu bisa tembus,” ujar Rudin.









