Kondisi korban saat ditemukan membuat keluarga terkejut. Tubuhnya dipenuhi luka, beberapa gigi patah, hidung mengalami kerusakan, dan salah satu matanya hampir kehilangan fungsi penglihatan.
Selain itu, ditemukan pula sejumlah luka lama yang telah mengalami infeksi pada beberapa bagian tubuh.
Korban kemudian menjalani perawatan intensif untuk memulihkan kondisi fisik dan kesehatannya.
Pengakuan Korban Soal Dugaan Kekerasan yang Dialami
Setelah kondisinya mulai membaik, YTR perlahan menceritakan pengalaman yang dialaminya selama hampir dua tahun terakhir.
Korban mengaku sering mengalami pemukulan menggunakan berbagai benda keras. Bagian mata menjadi salah satu sasaran kekerasan yang menyebabkan penglihatannya mengalami gangguan serius.
Selain penganiayaan fisik, korban juga mengaku mengalami kekerasan seksual dan kehilangan sejumlah harta benda yang diduga dikuasai pelaku.
Barang-barang tersebut antara lain kendaraan, telepon genggam, hingga penghasilan yang diperolehnya selama bekerja.
Menurut pengakuan korban, dirinya sempat beberapa kali mencoba melarikan diri. Namun kondisi fisik yang lemah serta gangguan penglihatan membuat upaya tersebut tidak berhasil.
Korban juga mengungkapkan bahwa dirinya beberapa kali berpindah tempat kos selama berada bersama pelaku.
Publik Menanti Penangkapan Tersangka
Hingga kini YTR masih menjalani pemulihan dengan pendampingan keluarga dan tim medis. Di sisi lain, aparat kepolisian terus melakukan pengejaran terhadap tersangka yang telah masuk dalam daftar buronan.
Penerbitan DPO diharapkan dapat mempersempit ruang gerak pelaku dan mempercepat proses penangkapan.
Publik kini menantikan langkah lanjutan dari kepolisian untuk menuntaskan kasus penyekapan dan penganiayaan yang telah menyita perhatian masyarakat luas serta memberikan keadilan bagi korban. (Red)




