Sejumlah akun media sosial mengunggah foto hingga dokumen identitas yang diduga milik tersangka. Informasi mengenai latar belakang pekerjaan pria tersebut juga ikut tersebar dan menjadi perhatian publik.
Berdasarkan informasi yang beredar, tersangka disebut bekerja sebagai debt collector eksternal di sebuah perusahaan pembiayaan.
Meski demikian, pihak kepolisian tetap fokus pada proses penegakan hukum dan upaya penangkapan terhadap tersangka yang kini berstatus DPO.
DPR RI Desak Polisi Bergerak Cepat
Kasus ini juga mendapat perhatian dari Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman. Ia mengecam keras dugaan penyekapan dan penyiksaan yang dialami korban.
Menurutnya, tindakan yang dilakukan terhadap korban merupakan perbuatan yang tidak dapat dibenarkan dan harus diproses secara hukum.
“Selaku Ketua Komisi III, saya mengecam keras dan mengutuk tindakan keji berupa penyekapan dan penyiksaan terhadap seorang wanita di Bandung,” kata Habiburokhman.
Ia meminta Kapolrestabes Bandung, Kapolda Jawa Barat, dan seluruh jajaran kepolisian untuk segera menangkap pelaku.
“Saya minta kepada Kapolrestabes Bandung dan Kapolda Jawa Barat beserta seluruh jajaran untuk bergerak cepat, usut tuntas dan buru pelaku hingga tertangkap,” ujarnya.
Awal Mula Kasus Hilangnya YTR Selama Hampir Dua Tahun
Perhatian publik terhadap kasus ini bermula dari pengakuan keluarga mengenai hilangnya YTR selama hampir dua tahun.
Sebelum menghilang, korban diketahui bekerja di sebuah perusahaan makanan di Bandung. Pada awalnya, komunikasi dengan keluarga berjalan normal. Namun kondisi berubah setelah korban menjalin hubungan dengan seorang pria yang kini menjadi tersangka.
Lambat laun, komunikasi korban dengan keluarga semakin berkurang hingga akhirnya terputus sama sekali. Keluarga kemudian mencari informasi ke tempat kerja korban dan mendapati bahwa YTR telah mengundurkan diri beberapa bulan sebelumnya.
Meski berbagai upaya pencarian dilakukan, keluarga mengaku beberapa kali menerima telepon yang diduga berasal dari korban. Dalam percakapan tersebut, korban meminta agar dirinya tidak dicari dan menolak melibatkan polisi.
Belakangan, keluarga menduga kondisi itu terjadi karena korban berada dalam tekanan.
Korban Ditemukan Dalam Kondisi Memprihatinkan
Setelah hampir dua tahun tanpa kabar, keluarga akhirnya menerima informasi bahwa YTR berada di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.




