BEI Perkuat Transparansi Pasar Modal dan Tambah Enam Galeri Investasi Baru
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus memperkuat transparansi pasar modal sekaligus memperluas edukasi investasi kepada masyarakat. Sepanjang pekan 15 hingga 19 Juni 2026, BEI menggelar sejumlah kegiatan strategis yang melibatkan regulator, pelaku industri, akademisi, hingga organisasi masyarakat sipil untuk mendorong pasar modal Indonesia yang lebih terbuka dan dipercaya investor.
Salah satu fokus utama BEI selama pekan tersebut adalah meningkatkan keterbukaan informasi di pasar modal. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kepercayaan investor sekaligus mendukung pertumbuhan pasar yang sehat dan berkelanjutan.
Pada awal pekan, Senin 15 Juni 2026, BEI bersama Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE) meluncurkan hasil awal sensus kepemimpinan perempuan di jajaran Executive Leadership Team (ELT) perusahaan-perusahaan yang masuk dalam indeks IDX200 periode 2022–2025.
Kegiatan yang berlangsung di Main Hall BEI, Jakarta, itu dihadiri lebih dari 200 peserta yang terdiri dari pimpinan perusahaan, regulator, dan pembuat kebijakan. Forum tersebut membahas peluang peningkatan peran perempuan dalam posisi kepemimpinan perusahaan sebagai bagian dari penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Melalui sensus tersebut, BEI berharap perusahaan semakin terbuka dalam menyampaikan data terkait kesetaraan gender. Informasi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan yang mendukung tata kelola perusahaan yang lebih baik.
Komitmen terhadap transparansi kembali ditegaskan dalam dua forum yang digelar pada Rabu, 17 Juni 2026. BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) membahas perkembangan pasar modal Indonesia serta sejumlah reformasi yang sedang berjalan.
Dalam forum tersebut, regulator dan Self-Regulatory Organization (SRO) memaparkan berbagai rencana kebijakan untuk meningkatkan keterbukaan pasar. Beberapa di antaranya adalah peningkatan batas kepemilikan saham publik atau free float menjadi 15 persen, keterbukaan data kepemilikan saham di atas satu persen, serta pengungkapan informasi terkait High Shareholding Concentration (HSC).
Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih lengkap kepada investor sehingga proses pengambilan keputusan investasi menjadi lebih baik. Transparansi yang semakin kuat juga diharapkan mampu meningkatkan daya saing pasar modal Indonesia di tingkat regional.
Meski kondisi ekonomi global masih menghadapi berbagai tantangan, BEI menilai pasar modal Indonesia tetap menunjukkan kinerja yang cukup baik. Hingga saat ini jumlah investor pasar modal telah melampaui 28,3 juta investor. Selain itu, sekitar 80 persen perusahaan tercatat berhasil membukukan laba positif pada kuartal pertama tahun 2026.
Rata-rata nilai transaksi harian di pasar modal Indonesia juga mencapai Rp24,7 triliun. Angka tersebut menunjukkan aktivitas investasi masih berlangsung aktif di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Dalam forum yang sama, BEI juga mendorong perusahaan tercatat untuk memanfaatkan kebijakan pembelian kembali saham atau buyback. Kebijakan tersebut dinilai dapat menjadi salah satu strategi perusahaan dalam menjaga nilai saham dan memberikan manfaat jangka panjang bagi pemegang saham.
Upaya memperkuat transparansi pasar modal kembali menjadi pembahasan utama dalam forum bertajuk “Strengthening Market Integrity: Towards a New Era of Ownership Transparency in the Capital Market” yang digelar pada Kamis, 18 Juni 2026.
Forum yang diselenggarakan oleh Koalisi Antikorupsi Indonesia (KAKI), Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD), dan Center for International Private Enterprise (CIPE) itu menyoroti pentingnya keterbukaan kepemilikan saham dalam menciptakan pasar modal yang kredibel.
Para peserta sepakat bahwa transparansi kepemilikan dapat membantu meningkatkan kepercayaan investor, memperkuat tata kelola perusahaan, dan mengurangi potensi penyalahgunaan informasi di pasar modal.
Selain fokus pada reformasi pasar, BEI juga terus memperluas jangkauan edukasi investasi. Pada Jumat, 19 Juni 2026, BEI meresmikan enam Galeri Investasi (GI) baru di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Enam Galeri Investasi tersebut berada di Universitas Anak Bangsa, SMAN 3 Pangkalpinang, SMKN 2 Pangkalpinang, SMKN 1 Pangkalan Baru, SMAN 1 Pangkalpinang, dan SMAN 1 Namang. Program ini melibatkan berbagai perusahaan sekuritas dan perguruan tinggi sebagai mitra.
Kehadiran Galeri Investasi di lingkungan sekolah dan kampus diharapkan dapat membantu masyarakat, khususnya generasi muda, memahami dunia investasi sejak dini. Melalui fasilitas ini, pelajar dan mahasiswa dapat memperoleh informasi yang lebih mudah mengenai pasar modal dan instrumen investasi yang tersedia.
Sementara itu, dari sisi perdagangan saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan sebesar 2,82 persen selama periode 15–19 Juni 2026. IHSG ditutup pada level 6.177,139 dari posisi 6.007,656 pada pekan sebelumnya.
Kapitalisasi pasar BEI juga meningkat 2,51 persen menjadi Rp10.788 triliun. Namun beberapa indikator aktivitas perdagangan mengalami penurunan. Rata-rata nilai transaksi harian turun menjadi Rp24,81 triliun, sedangkan rata-rata volume transaksi harian turun menjadi 34,03 miliar saham.
Di sisi lain, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih sebesar Rp3,19 triliun pada akhir pekan. Secara kumulatif sepanjang tahun 2026, nilai jual bersih investor asing mencapai Rp68,25 triliun.
Berbagai agenda yang dilaksanakan sepanjang pekan tersebut menunjukkan fokus BEI dalam memperkuat transparansi, meningkatkan literasi investasi, serta menjaga kepercayaan investor. Melalui berbagai program tersebut, BEI berharap pasar modal Indonesia dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai daerah. (Red)


