Skrol untuk membaca pos

IHSG Naik 0,83 Persen, Enam Emiten Baru Ramaikan Bursa

Muh. Rifai
Foto: Freepik
A-AA+A++

Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 6–10 Juli 2026 ditutup dengan kinerja positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat 0,83 persen, sementara BEI juga menyambut pencatatan enam emiten baru yang menambah pilihan investasi di pasar modal Indonesia.

IHSG ditutup di level 5.924,360 pada akhir perdagangan pekan ini, naik dari posisi 5.875,780 pada pekan sebelumnya. Kenaikan tersebut diikuti peningkatan kapitalisasi pasar BEI menjadi Rp10.340 triliun, dari sebelumnya Rp10.287 triliun.

Aktivitas perdagangan saham juga menunjukkan peningkatan. Rata-rata frekuensi transaksi harian naik 29,69 persen menjadi 1,87 juta kali transaksi. Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian meningkat 16,83 persen menjadi 20,49 miliar lembar saham.

Di sisi lain, rata-rata nilai transaksi harian tercatat Rp10,27 triliun. Meski lebih rendah dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai Rp11,27 triliun, aktivitas perdagangan secara keseluruhan tetap menunjukkan minat investor yang cukup baik.

Sepanjang pekan yang sama, BEI juga mencatat kehadiran enam perusahaan baru melalui penawaran umum perdana saham (IPO). Pencatatan emiten baru ini menjadi salah satu aktivitas yang mewarnai perdagangan di pasar modal Indonesia.

Pada Selasa (7/7), PT Niramas Utama Tbk dengan kode saham JELI dan PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) resmi mencatatkan saham perdana di BEI.

JELI, yang dikenal melalui merek INACO, bergerak di industri makanan dan minuman. Perusahaan tersebut mencatatkan saham di Papan Pengembangan dengan dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp239,40 miliar.

Sementara itu, JECX merupakan perusahaan penyedia layanan rumah sakit spesialis mata yang melantai di Papan Utama BEI. Perseroan berhasil menghimpun dana sebesar Rp609,97 miliar.

Sehari kemudian, Rabu (8/7), BEI kembali menyambut dua emiten baru, yakni PT Bach Multi Global Tbk (BACH) dan PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI).

BACH bergerak di bidang solusi energi dan infrastruktur telekomunikasi terintegrasi. Perusahaan tersebut mencatatkan saham di Papan Utama dengan nilai penghimpunan dana mencapai Rp271,83 miliar.

Sementara EMMI merupakan perusahaan penyedia alat kesehatan yang fokus pada perdagangan besar peralatan medis. Perseroan mencatatkan saham di Papan Pengembangan dengan dana hasil IPO sebesar Rp245,74 miliar.

Berita Lainnya

Transisi Bisnis TBS Berbuah Predikat Saham Hijau dari BEI
EPAC Tutup Pabrik Konvensional, Siapkan Ekspansi Surabaya
BEI dan Alpaca Siapkan Penjajakan Investasi Lintas Negara
Saham ADHI Disuspensi BEI
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen, Apa Pemicunya?
ETF Emas Resmi Melantai di BEI, Ini Pilihannya