Argentina memastikan langkah ke semifinal setelah mengalahkan Swiss dengan skor 3-1 lewat babak perpanjangan waktu dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Kansas City. Kemenangan ini kembali membuktikan mental juara La Albiceleste yang mampu bangkit di saat pertandingan memasuki momen paling menentukan.

Argentina langsung mengambil inisiatif menyerang sejak menit awal. Dominasi penguasaan bola membuat tim asuhan Lionel Scaloni lebih banyak mengendalikan permainan. Hasilnya, Alexis Mac Allister membawa Argentina unggul lebih dulu pada menit ke-17 melalui penyelesaian yang tak mampu dihentikan kiper Swiss.

Meski tertinggal, Swiss tidak menyerah. Mereka mampu memanfaatkan peluang pada menit ke-72 melalui Breel Embolo untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Skor tersebut bertahan hingga waktu normal berakhir sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke babak tambahan.

Di babak extra time, Argentina tampil lebih tenang dan sabar. Ketika Swiss mulai kehilangan tenaga dan momentum, La Albiceleste mampu memanfaatkan setiap celah yang ada.

Julian Alvarez menjadi pembeda pada menit ke-112. Penyerang Manchester City itu melepaskan tembakan keras yang gagal dihentikan kiper Swiss. Gol tersebut mengubah skor menjadi 2-1 sekaligus membangkitkan kepercayaan diri Argentina untuk terus menekan.

Swiss yang berusaha mengejar ketertinggalan akhirnya membuka ruang di lini belakang. Situasi itu dimanfaatkan Argentina melalui serangan balik cepat yang berujung gol ketiga. Lautaro Martinez yang masuk sebagai pemain pengganti berhasil menuntaskan peluang pada menit 120+1 dan memastikan kemenangan Argentina dengan skor 3-1.

Pergantian pemain menjadi salah satu faktor penting di balik kemenangan Argentina. Masuknya Lautaro Martinez memberikan energi baru di lini depan, sementara perubahan di sektor tengah membuat aliran bola Argentina tetap terjaga hingga akhir pertandingan.

Selain itu, Argentina kembali menunjukkan kemampuan mereka mengelola pertandingan saat memasuki babak perpanjangan waktu. Tim ini tidak terburu-buru menyerang, tetapi memilih menunggu kesalahan lawan sebelum melancarkan serangan balik yang efektif.

Dari sisi statistik, Argentina tampil lebih dominan dibandingkan Swiss. La Albiceleste menguasai bola hingga 69 persen dan mencatatkan 605 operan dengan akurasi mencapai 89 persen. Sementara Swiss hanya menguasai 31 persen penguasaan bola dengan 402 operan.

Kedua tim sama-sama mencatatkan 13 tembakan sepanjang pertandingan. Namun Argentina lebih efektif dengan enam tembakan tepat sasaran, sedangkan Swiss hanya menghasilkan lima peluang yang mengarah ke gawang.

Pertandingan juga berlangsung cukup keras. Argentina melakukan 14 pelanggaran, sedangkan Swiss mencatatkan 18 pelanggaran. Wasit mengeluarkan tiga kartu kuning untuk Argentina dan satu kartu kuning serta satu kartu merah untuk Swiss. Bermain dengan 10 pemain membuat Swiss semakin kesulitan menghadapi tekanan Argentina pada babak tambahan.

Kemenangan ini kembali memperlihatkan kualitas Argentina di fase gugur. Mereka tidak hanya mengandalkan kemampuan individu, tetapi juga memiliki kedalaman skuad dan strategi yang efektif ketika pertandingan berjalan hingga 120 menit.

Julian Alvarez menjadi salah satu pemain terbaik dalam laga ini berkat gol penentu pada babak extra time. Sementara Lautaro Martinez membuktikan perannya sebagai supersub setelah mencetak gol penutup yang memastikan langkah Argentina ke semifinal.

Hasil ini juga membuat Argentina semakin produktif sepanjang turnamen. La Albiceleste kini telah mencetak total 17 gol, terdiri dari delapan gol pada fase grup dan sembilan gol di fase knockout.

Dengan kemenangan dramatis atas Swiss, Argentina kembali mengirim pesan kepada para pesaingnya, La Albiceleste tidak hanya memiliki kualitas permainan yang baik, tetapi juga mental juara yang membuat mereka mampu memenangkan pertandingan-pertandingan sulit di fase gugur.

Argentina akan menghadapi Inggris yang sebelumnya menyingkirkan Norwegia. Duel Argentina vs Inggris dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 16 Juli 2026, pukul 03.00 WIB di Stadion Atlanta. Pertandingan ini diprediksi menjadi salah satu laga paling menarik di semifinal, mengingat kedua tim sama-sama tampil konsisten sepanjang turnamen dan sama-sama memburu tiket ke partai final. (Red)