Skrol untuk membaca pos

Terikat Janji Episode 99: Dipa Curiga Sena Pelaku Penyerangan, Davina dan Sena Makin Dekat

Muh. Rifai
Foto: Tangkapan Layar
A-AA+A++

Kecurigaan Dipa kepada Sena semakin besar dalam Terikat Janji episode 99. Sementara itu, hubungan Davina dan Sena perlahan berubah setelah keduanya harus menjalankan tugas kantor bersama. Episode ini menjadi lanjutan dari episode sebelumnya, saat Davina masih berusaha menjaga jarak dari Sena, tetapi rasa penasarannya justru semakin kuat.

Di awal cerita, Dipa melihat rekaman CCTV untuk mencari pelaku yang telah memukulnya. Sayangnya, wajah pelaku tidak terlihat karena kualitas rekaman sangat buram. Meski begitu, Dipa merasa postur tubuh orang tersebut sangat mirip dengan Sena. Tanpa bukti yang jelas, ia langsung yakin Sena adalah pelakunya dan bertekad membalas perbuatannya.

Di sisi lain, Sena masih memikirkan cara agar Davina tidak membongkar identitas penyamarannya. Ia ingin berbicara langsung dengan Davina agar kesalahpahaman di antara mereka bisa berkurang.

Kesempatan itu datang saat Kusumafood mengadakan rapat persiapan kegiatan CSR. Dalam rapat tersebut diputuskan akan ada kegiatan tanam pohon, memasak bersama anak-anak panti asuhan Lentera Hati, dan penyerahan dana CSR sebesar Rp1,5 miliar. Davina ditunjuk mewakili divisi marketing untuk melakukan survei lokasi bersama Sena.

Awalnya Davina ingin menolak karena tidak ingin terus bertemu dengan Sena. Namun, ia sadar tugas itu adalah bagian dari pekerjaannya. Demi tetap bersikap profesional, Davina akhirnya menerima keputusan tersebut.

Sebelum berangkat, Sena memberi kesempatan kepada Davina untuk mengajukan satu pertanyaan. Davina sebenarnya sudah menyiapkan banyak pertanyaan, tetapi ia hanya boleh memilih satu.

Di saat yang sama, Dipa semakin yakin Sena adalah orang yang menyerangnya. Setelah kembali mengingat rekaman CCTV, ia semakin percaya bahwa Sena adalah pelakunya. Dipa pun mulai menyusun rencana untuk membalas dendam.

Dalam perjalanan menuju panti asuhan, Davina akhirnya mengajukan pertanyaan yang selama ini mengganggu pikirannya. Ia ingin tahu apakah saat pertama kali Sena menolongnya dan menjadi pacar pura-pura, semua itu hanya bagian dari misi atau memang dilakukan dengan tulus.

Sena sempat terdiam sebelum menjawab. Ia mengakui bahwa saat itu memang ada kaitannya dengan tugas yang sedang dijalankan. Namun, Sena juga mengatakan bahwa ia benar-benar merasa iba melihat Davina sedang sedih sehingga ingin membantunya.