Kasus penggerebekan bandar narkoba di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, masih menjadi perhatian publik. Operasi yang dilakukan pada Kamis (2/7/2026) dini hari itu berakhir dengan duka setelah tiga anggota Polri gugur saat menjalankan tugas.

Operasi berlangsung di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah. Saat tim Satresnarkoba Polres Katingan berupaya menangkap terduga bandar narkoba, situasi di lapangan berubah ricuh. Petugas mendapat perlawanan sehingga menyebabkan tiga personel Polri menjadi korban.

Korban pertama adalah AIPTU (Anumerta) Yudhie Perdana Putra, S.Sos., M.A.P. Sementara dua personel lainnya, Briptu Nopandri Ramadhana dan Aiptu Sumariyanto, sempat dinyatakan hilang setelah insiden tersebut.

Setelah dilakukan pencarian oleh tim gabungan dari Polri, TNI, Basarnas, BPBD, dan masyarakat, Briptu Nopandri Ramadhana ditemukan lebih dulu pada Sabtu (4/7/2026) di Sungai Katingan, kawasan Desa Tumbang Lahang.

Sehari kemudian, Minggu (5/7/2026), tim gabungan kembali menemukan Aiptu Sumariyanto di aliran Sungai Katingan, tepatnya di wilayah Desa Rantau Asem. Dengan ditemukannya Aiptu Sumariyanto, operasi pencarian resmi berakhir dan seluruh personel yang menjadi korban dalam insiden tersebut telah ditemukan.

Di hari yang sama, Briptu Anumerta Nopandri Ramadhana dimakamkan secara kedinasan. Upacara berlangsung dengan penuh haru dan dipimpin langsung oleh Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono. Keluarga, rekan sesama anggota Polri, Bhayangkari, Forkopimda, hingga masyarakat turut hadir memberikan penghormatan terakhir.

Sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengorbanan para personel yang gugur, Polri memberikan kenaikan pangkat luar biasa anumerta kepada tiga anggota tersebut, yaitu:

  • IPDA (Anumerta) Sumariyanto.
  • AIPTU (Anumerta) Yudhie Perdana Putra, S.Sos., M.A.P.
  • BRIPTU (Anumerta) Nopandri Ramadhana.

Pada Minggu pagi, Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol. Iwan Kurniawan juga mengunjungi rumah duka Briptu Anumerta Nopandri Ramadhana. Dalam kesempatan itu, Kapolda menyampaikan langsung belasungkawa dari Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo kepada keluarga yang ditinggalkan.

Kapolri juga mendoakan agar ketiga anggota Polri yang gugur mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Sementara keluarga yang ditinggalkan diharapkan diberi kekuatan dan ketabahan menghadapi musibah ini.

Peristiwa ini menjadi salah satu operasi pemberantasan narkoba yang meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Polri. Meski demikian, pengabdian IPDA (Anumerta) Sumariyanto, AIPTU (Anumerta) Yudhie Perdana Putra, S.Sos., M.A.P., dan BRIPTU (Anumerta) Nopandri Ramadhana akan selalu dikenang sebagai bagian dari perjuangan mereka dalam menjalankan tugas negara. (Red)