Skrol untuk membaca pos

Program BERANI Masuk Fase Pembuktian, Ini Capaian di Pendidikan, Kesehatan dan Infrastruktur

Muh. Rifai
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Renny Lamadjido, membuka pemaparan capaian Program BERANI di Kantor Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah, Senin (6/7/2026). Foto: Istimewa
A-AA+A++

Setelah berjalan sejak Januari 2025, Program BERANI mulai memperlihatkan hasil di berbagai sektor pembangunan di Sulawesi Tengah. Mulai dari pendidikan, kesehatan hingga infrastruktur, pemerintah provinsi terus memperluas jangkauan program yang menjadi prioritas Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur dr. Renny Lamadjido.

Perkembangan tersebut dipaparkan dalam kegiatan penyampaian capaian Program BERANI yang digelar di Kantor Bappeda Sulawesi Tengah, Senin, 6 Juli 2026. Kegiatan yang dibuka Wakil Gubernur dr. Renny Lamadjido itu menghadirkan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah hingga insan Pers, untuk menjelaskan perkembangan program.

dr. Renny mengatakan, Program BERANI dirancang bukan hanya menjadi slogan pemerintahan, tetapi sebagai kebijakan yang manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.

Menurutnya, pemerintah sengaja mengundang media agar masyarakat mengetahui sejauh mana program-program tersebut telah berjalan.

“Teman-teman wartawan adalah ujung tombak kami. Kalau memang ada yang masih kurang, silakan disampaikan. Kami terbuka terhadap kritik dan masukan agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” kata dr. Renny.

BERANI Cerdas jadi investasi terbesar pembangunan SDM

Dari seluruh program yang dipaparkan, BERANI Cerdas menjadi program dengan dukungan anggaran terbesar. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menempatkan sektor pendidikan sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mengurangi kemiskinan.

Program yang diluncurkan pada 13 April 2025 ini awalnya berfokus pada bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa Strata 1. Pada tahun pertama pelaksanaannya, pemerintah mengalokasikan sekitar Rp84,93 miliar dan berhasil membantu 23.568 mahasiswa.

Memasuki tahun 2026, cakupan program diperluas. Beasiswa kini tidak hanya diberikan kepada mahasiswa Strata 1, tetapi juga Strata 2, Strata 3, hingga pendidikan dokter spesialis sesuai kebutuhan pembangunan daerah.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Firmanza, menjelaskan, BERANI Cerdas kini berkembang menjadi program pendidikan yang menyentuh hampir seluruh kebutuhan peserta didik.

Pada 2026, pemerintah mengalokasikan sekitar Rp351 miliar yang dibagi dalam tujuh program utama.

Program pertama adalah BOSDA bagi SMA, SMK dan SLB negeri maupun swasta. Dari 463 sekolah di Sulawesi Tengah, hanya 15 sekolah swasta yang tidak menerima BOSDA karena masih menerapkan biaya pendidikan.