Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah menghadirkan Subsidi Biaya Pendidikan (SBP) bagi siswa dari keluarga desil 1 hingga desil 5.
“Kalau ada keluarga yang tidak diterima di SMA negeri kemudian memilih sekolah swasta yang berbayar, selama masuk desil 1 sampai desil 5, pemerintah akan membiayai,” ujar Firmanza.
BERANI Cerdas juga membiayai uji kompetensi dan praktik kerja industri (Prakerin) siswa SMK dengan anggaran Rp21,56 miliar.
Pemerintah turut meningkatkan kualitas tenaga pendidik melalui beasiswa Strata 2 bagi 99 guru bekerja sama dengan Universitas Terbuka dengan anggaran Rp2,48 miliar.
Di bidang digitalisasi pendidikan, sekolah-sekolah di daerah terpencil mulai mendapatkan akses internet melalui layanan Starlink dengan dukungan anggaran Rp430 juta.
Sementara bagi siswa dari keluarga kurang mampu, pemerintah menyiapkan bantuan seragam sekolah senilai Rp1,75 miliar.
Porsi terbesar anggaran BERANI Cerdas tetap berada pada program beasiswa mahasiswa. Jika pada 2025 penerima manfaat mencapai 23.568 mahasiswa, maka pada 2026 jumlah pendaftar meningkat menjadi 27.344 orang. Dengan demikian, total penerima manfaat diperkirakan mendekati 50 ribu mahasiswa.
Kuota beasiswa tahun ini juga diperluas menjadi 100 mahasiswa Strata 2, 20 mahasiswa Strata 3, serta 10 peserta pendidikan dokter spesialis. Pemerintah juga memberikan bantuan biaya penyelesaian studi bagi mahasiswa yang telah melewati semester delapan.
Khusus program beasiswa mahasiswa, anggaran yang disiapkan mencapai Rp264 miliar.
Selain bantuan pendidikan, pemerintah juga memperkuat sarana belajar melalui revitalisasi sekolah. Hasil koordinasi dengan pemerintah pusat menghasilkan anggaran hampir Rp50 miliar untuk memperbaiki 17 SMA, 14 SMK dan 9 SLB.
Firmanza mengatakan minat masyarakat terhadap pendidikan juga terus meningkat. Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 mencatat sekitar 22 ribu pendaftar, naik dibanding tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 18 ribu pendaftar. Pemerintah pun menyiapkan 5.141 rombongan belajar untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut.
“Anggaran Rp351 miliar ini merupakan upaya Bapak Gubernur untuk mengentaskan kebodohan sekaligus kemiskinan. Fondasi membangun peradaban Sulawesi Tengah adalah pendidikan,” katanya.
BERANI Sehat perluas perlindungan masyarakat
Selain pendidikan, sektor kesehatan juga menjadi fokus pemerintah melalui Program BERANI Sehat yang diluncurkan bersamaan dengan BERANI Cerdas pada 13 April 2025.









