Skrol untuk membaca pos

Brasil Kehabisan Irama, Norwegia Menari ke Delapan Besar Piala Dunia 2026

Muh. Rifai
Norwegia Vs Brasil. Foto: Tangkapan Layar
A-AA+A++

Kalau masih ada yang menganggap Brasil selalu jadi langganan juara Piala Dunia, mungkin sekarang saatnya buka mata. Tim Samba harus menerima kenyataan pahit usai dipulangkan Norwegia. Skor akhirnya memang cuma 2-1, tapi rasa sakitnya buat Brasil seperti kalah di final.

Erling Haaland lagi-lagi jadi mimpi buruk lawan. Striker haus gol itu memborong dua gol kemenangan Norwegia masing-masing pada menit ke-79 dan 90. Sementara Brasil cuma bisa membalas lewat penalti Neymar di menit 90+10. Sayangnya, gol itu cuma mempercantik skor. Tiket pulang tetap tidak bisa dibatalkan.

Kemenangan ini terasa sangat spesial buat Norwegia. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, mereka berhasil menembus babak perempat final Piala Dunia. Tinggal dua langkah lagi, Haaland dan kawan-kawan sudah bisa mencicipi partai final.

Di sisi lain, hasil ini jadi tamparan keras buat Brasil. Negara yang selalu dibanggakan sebagai gudangnya pesepak bola kelas dunia justru harus angkat koper lebih cepat. Bahkan ini menjadi pencapaian terburuk Brasil di Piala Dunia sejak edisi 1990.

Sejak awal pertandingan di Stadion New York New Jersey, Brasil sebenarnya tampil menekan. Mereka bahkan mendapat hadiah penalti setelah Kristoffer Ajer melanggar Matheus Cunha di kotak terlarang. Setelah ditinjau lewat VAR, wasit langsung menunjuk titik putih.

Yang bikin banyak orang heran, Vinicius Junior yang sudah berdiri siap menendang malah menyerahkan bola kepada Bruno Guimaraes. Entah terlalu percaya diri atau memang ingin berbagi tugas, hasilnya justru berantakan. Tendangan Guimaraes berhasil dibaca dengan sempurna oleh kiper Norwegia, Orjan Nyland.

Momen itu seperti menjadi pertanda kalau hari itu memang bukan harinya Brasil.

Nyland tampil luar biasa sepanjang pertandingan. Kiper berusia 35 tahun yang dulu sempat aktif bermain bola tangan itu berkali-kali menggagalkan peluang emas Brasil. Gabriel Martinelli, Vinicius Junior, Rayan hingga Bruno Guimaraes dibuat frustrasi karena selalu mentok di tangan sang penjaga gawang.

Babak pertama pun berakhir tanpa gol meski Brasil lebih banyak menguasai permainan.

Memasuki babak kedua, Brasil kembali membuang peluang emas. Baru 52 detik masuk sebagai pemain pengganti, Endrick langsung mendapat kesempatan emas setelah menerima umpan matang dari Vinicius Junior. Sayangnya, sentuhan pertamanya terlalu jauh sehingga peluang itu terbuang sia-sia.