Final Piala Dunia 2026 akan menghadirkan cerita yang sulit ditemukan di panggung sepak bola mana pun. Argentina akan berhadapan dengan Spanyol di MetLife Stadium, New Jersey, pada Minggu, 20 Juli 2026. Di balik duel dua raksasa ini, ada kisah emosional yang mengiringi langkah Lionel Messi.

Selama lebih dari 20 tahun, Spanyol adalah rumah bagi Messi. Di negara itulah ia tumbuh sebagai pesepak bola, menimba ilmu di akademi La Masia, hingga menjelma menjadi legenda Barcelona dan salah satu pemain terbaik sepanjang masa. Kini, di usia 39 tahun, Messi justru harus menghadapi negara yang membesarkan namanya demi satu tujuan, mempertahankan gelar juara dunia bersama Argentina.

Inilah yang membuat final kali ini terasa lebih istimewa dari sekadar perebutan trofi.

Argentina dan Spanyol Sama-sama Datang dengan Status Juara

Laga ini mempertemukan dua tim yang sedang berada di puncak performa. Argentina datang sebagai juara bertahan Piala Dunia sekaligus penguasa Copa America. Sementara Spanyol melangkah ke final dengan status juara Eropa setelah tampil meyakinkan sepanjang turnamen.

Kedua tim juga memiliki karakter permainan yang berbeda. Spanyol identik dengan penguasaan bola dan permainan kolektif yang rapi. Sebaliknya, Argentina lebih mengandalkan mental bertanding, efektivitas serangan, serta kemampuan bangkit saat berada dalam tekanan.

Tak heran jika banyak yang menyebut final ini sebagai pertarungan dua filosofi sepak bola terbaik saat ini.

Messi Masih Menjadi Jantung Permainan Argentina

Meski usianya sudah menginjak 39 tahun, pengaruh Lionel Messi di timnas Argentina belum tergantikan. Ia tetap menjadi motor serangan sekaligus sosok yang mampu mengubah jalannya pertandingan lewat umpan maupun aksi individunya.

Sepanjang Piala Dunia 2026, Messi terus menunjukkan kelasnya. Hampir di setiap pertandingan ia selalu terlibat dalam terciptanya gol Argentina, baik sebagai pencetak gol maupun pemberi assist.

Dengan dukungan Enzo Fernandez di lini tengah dan Lautaro Martinez di lini depan, Argentina memiliki kombinasi pengalaman dan ketajaman yang menjadi modal besar menghadapi Spanyol.

Tiket Final Diraih Lewat Comeback Dramatis

Sebelumnya, Argentina memastikan tempat di final setelah menyingkirkan Inggris dengan skor 2-1 dalam laga semifinal yang berlangsung dramatis.

Inggris sempat unggul lebih dulu lewat gol Anthony Gordon pada menit ke-55. Setelah itu, pasukan Thomas Tuchel memilih bermain lebih bertahan dan membuat Argentina kesulitan menciptakan peluang.

Namun, pengalaman sang juara bertahan kembali berbicara. Pada menit ke-85, Messi memberikan umpan kepada Enzo Fernandez yang sukses menyamakan kedudukan lewat tendangan keras dari luar kotak penalti.

Ketika laga tampak akan berlanjut ke babak tambahan, Messi kembali menjadi pembeda. Umpan silangnya pada masa injury time disambut sundulan Lautaro Martinez untuk membawa Argentina berbalik unggul 2-1 sekaligus mengamankan tiket ke final.

Kemenangan itu sekali lagi memperlihatkan karakter Argentina yang tidak pernah menyerah hingga peluit panjang berbunyi.

Final yang Sulit Diprediksi

Di atas kertas, tidak ada tim yang benar-benar lebih diunggulkan. Argentina memiliki pengalaman bermain di laga besar dan mental juara yang sudah teruji. Sementara Spanyol tampil lebih stabil dengan permainan kolektif yang membuat banyak lawan kesulitan.

Jika Argentina mengandalkan pengalaman Messi dan efektivitas serangan, Spanyol akan mencoba mengontrol pertandingan melalui penguasaan bola serta kecepatan para pemain mudanya.

Apa pun hasilnya nanti, final ini dipastikan akan menjadi salah satu pertandingan paling bersejarah di Piala Dunia 2026. Bagi Lionel Messi, laga ini bukan hanya soal mengejar trofi dunia kedua secara beruntun, tetapi juga tentang menghadapi “rumah” yang telah membentuk perjalanan kariernya selama lebih dari dua dekade. Di sisi lain, Spanyol tentu ingin menghentikan langkah sang legenda dan mengembalikan mahkota juara dunia ke Eropa. (Red)