Skrol untuk membaca pos

RANS Resmi IPO di BEI, Himpun Dana Rp429,25 Miliar

Muh. Rifai
A-AA+A++

PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) resmi mencatatkan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 10 Juli 2026. Perusahaan media dan hiburan milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina ini menjadi emiten ke-7 yang melantai di BEI sepanjang tahun 2026.

Dalam penawaran umum perdana saham, RANS menetapkan harga IPO sebesar Rp170 per saham. Perseroan menawarkan sebanyak 2,525 miliar saham kepada publik dan berhasil menghimpun dana segar sebesar Rp429,25 miliar.

Setelah resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia, total saham RANS yang beredar mencapai 12,609 miliar lembar. Dengan jumlah tersebut, kapitalisasi pasar perusahaan mencapai sekitar Rp2,14 triliun.

Minat investor terhadap saham RANS cukup tinggi. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, jumlah pemesanan mencapai 67,25 miliar saham atau mengalami kelebihan permintaan (oversubscription) hingga 26,63 kali. Penawaran saham perdana ini diikuti lebih dari 754 ribu investor.

RANS merupakan perusahaan yang bergerak di sektor barang konsumen non-primer, khususnya bidang media dan hiburan. Kegiatan usahanya meliputi produksi konten, pengelolaan hak kekayaan intelektual (IP), penyelenggaraan konser dan acara, periklanan, taman hiburan, arena permainan, hingga investasi.

Presiden Direktur RANS dijabat Nagita Slavina Mariana Tengker. Sementara posisi Presiden Komisaris dipegang Darwin Cyril Noerhadi.

Dana hasil IPO akan digunakan untuk mendukung pengembangan bisnis perusahaan. Sekitar 37,61 persen dialokasikan sebagai modal kerja untuk penyelenggaraan hingga 16 konser musik, termasuk biaya artis, promotor, agensi, dan operasional acara.

Selanjutnya, 19,80 persen dana akan digunakan untuk mengakuisisi saham PT Rans Kosmetika Indonesia (Slavina). Sebanyak 18,64 persen dialokasikan untuk belanja modal sebagai bagian dari ekspansi bisnis yang akan dilakukan secara bertahap pada 2026 hingga 2027.

RANS juga mengalokasikan 8,60 persen dana untuk memperkuat modal anak usaha RNS guna mendukung pengembangan bisnis dan peluncuran produk baru. Selain itu, sekitar 8,15 persen digunakan untuk membentuk perusahaan patungan bersama PT Feedloop Global Teknologi dalam pengembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI).

Sementara itu, 6,98 persen dana IPO akan dipakai untuk melunasi sebagian pinjaman perusahaan kepada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Sisanya digunakan untuk membayar biaya pelaksanaan penawaran umum perdana saham.

Berita Lainnya

Transisi Bisnis TBS Berbuah Predikat Saham Hijau dari BEI
BEI dan Alpaca Siapkan Penjajakan Investasi Lintas Negara
Saham ADHI Disuspensi BEI
ETF Emas Resmi Melantai di BEI, Ini Pilihannya
Elnusa Siapkan Buyback Saham Rp100 Miliar, Ini Tujuan dan Dampaknya
Harga Teoretis Saham MLPT Jadi Rp1.040 Usai Stock Split