PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp900,78 miliar kepada para pemegang saham untuk tahun buku 2025. Keputusan tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang digelar pada 11 Juni 2026.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan perusahaan pada Senin (15/6/2026), setiap pemegang saham akan menerima dividen sebesar Rp950 per saham.

Total dividen yang dibagikan mencapai Rp900.784.300.000. Nilai tersebut berasal dari laba bersih perusahaan sepanjang tahun 2025 yang mencapai Rp1,12 triliun.

Selain mencatat laba yang positif, Metropolitan Kentjana juga memiliki saldo laba ditahan sebesar Rp7,76 triliun dan total ekuitas Rp7,76 triliun hingga 31 Desember 2025.

Corporate Secretary Metropolitan Kentjana, Jeffri Sandra Tanudjaja, mengatakan pembagian dividen tersebut telah mendapatkan persetujuan pemegang saham dalam RUPS Tahunan.

“Perseroan menyampaikan rencana pembagian dividen tunai untuk periode tahun buku 2025 sesuai dengan hasil RUPS Tahunan tanggal 11 Juni 2026,” ujar Jeffri dalam keterbukaan informasi.

Bagi investor yang ingin mendapatkan hak dividen, tanggal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 22 Juni 2026. Sementara ex dividen di pasar reguler dan negosiasi berlangsung pada 23 Juni 2026.

Adapun cum dividen di pasar tunai ditetapkan pada 24 Juni 2026 dan ex dividen pada 25 Juni 2026. Daftar pemegang saham yang berhak menerima dividen akan ditetapkan pada 24 Juni 2026 pukul 16.00 WIB.

Perseroan menjadwalkan pembayaran dividen kepada investor pada 15 Juli 2026.

Perusahaan juga menegaskan tidak ada pembagian dividen interim selama tahun buku 2025. Dengan demikian, seluruh dividen yang diterima pemegang saham untuk tahun buku tersebut berasal dari dividen final sebesar Rp950 per saham.

Pembagian dividen ini mencerminkan kinerja keuangan perusahaan yang tetap solid sepanjang 2025. Sebagian laba yang diperoleh dibagikan kepada pemegang saham, sementara sisanya tetap disimpan untuk mendukung kegiatan dan pengembangan usaha perusahaan di masa mendatang. (Red)