PT Mayora Indah Tbk (MYOR) akan membagikan dividen tunai kepada para pemegang saham untuk tahun buku 2025. Keputusan ini telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang berlangsung pada 4 Juni 2026.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan perusahaan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), total dividen yang dibagikan mencapai Rp1,32 triliun.

Setiap pemegang saham akan menerima dividen sebesar Rp60 per saham. Jumlah tersebut berasal dari laba bersih perseroan sepanjang tahun 2025 yang mencapai Rp2,91 triliun.

Dengan nilai dividen sebesar Rp1,32 triliun, sekitar 45 persen laba bersih perusahaan dibagikan kepada pemegang saham. Sementara sisanya akan digunakan untuk memperkuat modal dan mendukung kegiatan operasional perusahaan ke depan.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, Mayora memiliki saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp1,59 triliun. Adapun total ekuitas perusahaan tercatat mencapai Rp18,36 triliun.

Corporate Secretary Mayora Indah Tbk, Yuni Gunawan, mengatakan pembagian dividen tersebut telah mendapatkan persetujuan pemegang saham dalam RUPS Tahunan.

Perseroan juga menegaskan tidak ada pembagian dividen interim untuk tahun buku 2025. Dengan demikian, seluruh dividen yang diterima investor merupakan dividen final hasil keputusan RUPS.

Bagi investor yang ingin mendapatkan dividen MYOR, terdapat sejumlah tanggal penting yang perlu diperhatikan. Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 12 Juni 2026, sedangkan ex dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 15 Juni 2026.

Sementara itu, cum dividen di pasar tunai berlangsung pada 17 Juni 2026 dan ex dividen pasar tunai pada 18 Juni 2026.

Pemegang saham yang berhak menerima dividen adalah investor yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 17 Juni 2026 pukul 16.00 WIB.

Adapun pembayaran dividen tunai dijadwalkan pada 7 Juli 2026.

Pembagian dividen ini menunjukkan komitmen Mayora untuk terus memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham di tengah kinerja keuangan yang tetap positif sepanjang 2025. (Red)