Peningkatan konsumsi juga terlihat dari naiknya penjualan mobil dan sepeda motor. Di sisi lain, penggunaan listrik dan konsumsi semen yang menjadi indikator aktivitas industri dan pembangunan juga mengalami pertumbuhan.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa roda ekonomi nasional masih bergerak dengan baik. Konsumsi rumah tangga yang menjadi salah satu penopang terbesar ekonomi Indonesia masih memberikan kontribusi yang kuat terhadap pertumbuhan.
Meski demikian, pemerintah mengakui bahwa nilai tukar rupiah masih menghadapi tekanan akibat perkembangan ekonomi global dan meningkatnya kehati-hatian investor di pasar keuangan internasional. Situasi ini membuat pergerakan mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia, masih cukup berfluktuasi.
Namun pemerintah optimistis tekanan tersebut hanya bersifat sementara. Berbagai langkah telah dilakukan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar, termasuk mempererat koordinasi antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan.
Menurut Purbaya, perbaikan tata kelola Devisa Hasil Ekspor (DHE), pendalaman pasar keuangan, serta meningkatnya kepercayaan investor diyakini dapat membantu memperkuat pasokan valuta asing di dalam negeri.
“Pemerintah optimis dengan sinergi dan koordinasi yang lebih solid antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan, disertai dengan perbaikan tata kelola Devisa Hasil Ekspor serta pendalaman pasar keuangan akan memperkuat pasokan valas dalam negeri sehingga rupiah akan kembali menguat secara bertahap pada semester II tahun 2026,” katanya.
Di tengah tekanan global, arus modal asing juga mulai menunjukkan perkembangan yang lebih baik. Investor asing tercatat kembali masuk ke instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Meskipun pasar saham masih mengalami arus keluar modal, minat terhadap instrumen keuangan domestik secara umum masih cukup tinggi.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, pemerintah terus menjalankan sejumlah kebijakan. Langkah tersebut meliputi menjaga stabilitas harga BBM dan pangan, memastikan pasokan energi serta beras tetap tersedia, mempercepat realisasi belanja negara, dan memberikan stimulus bagi masyarakat serta pelaku usaha.
Pemerintah berharap kombinasi antara daya beli masyarakat yang terjaga, investasi yang terus mengalir, dan stabilitas ekonomi dapat menjadi modal kuat menghadapi tantangan ekonomi pada tahun mendatang.




