Skrol untuk membaca pos

Garibaldi Tiba 2026, Tantangan Sesungguhnya Ada di Refurbishment

Muh. Rifai
Foto: Tangkapan Layar
A-AA+A++

“Angkatan Laut adalah instrumen politik negara. Gelar kekuatannya harus mengikuti kebutuhan nasional,” ujarnya.

Alman mengatakan kepentingan Indonesia saat ini lebih banyak berkaitan dengan pengamanan jalur pelayaran strategis, perlindungan wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), serta menjaga stabilitas kawasan. Karena itu, keberadaan Garibaldi perlu dilihat dalam konteks kebutuhan tersebut, bukan disamakan dengan kebutuhan negara-negara yang memiliki kepentingan militer global.

Meski demikian, Gerry menilai Garibaldi tetap dapat digunakan untuk misi di luar negeri apabila diperlukan. Salah satu contohnya adalah operasi evakuasi warga negara Indonesia dari wilayah konflik atau daerah yang mengalami krisis.

“Untuk misi diplomatik dan kemanusiaan, kapal seperti ini bisa sangat berguna karena mampu bergerak cepat dan membawa banyak personel maupun helikopter,” katanya.

Terkait rencana anggaran refurbishment yang disebut mencapai Rp7,2 hingga Rp7,5 triliun, kedua narasumber sepakat bahwa langkah tersebut merupakan kebutuhan yang tidak bisa dihindari. Kapal yang terakhir menjalani perawatan besar pada 2014 itu memerlukan pembaruan agar dapat beroperasi aman dan efektif dalam jangka panjang.

Gerry menjelaskan bahwa pembaruan yang dilakukan tidak harus mengubah struktur kapal secara besar-besaran. Fokus utama sebaiknya diarahkan pada peningkatan sistem dan kesiapan operasional sesuai fungsi yang telah ditetapkan.

Menurut Alman, jika dilakukan secara maksimal, refurbishment dapat memperpanjang usia operasional Garibaldi hingga sekitar tahun 2040. Karena itu, dana yang disiapkan pemerintah seharusnya dipandang sebagai investasi untuk memastikan kapal tetap layak digunakan selama bertahun-tahun ke depan.

Alman juga mengingatkan agar proses refurbishment awal dilakukan oleh Fincantieri, galangan kapal Italia yang selama ini menangani pemeliharaan Garibaldi. Menurutnya, perusahaan tersebut memiliki catatan lengkap mengenai kondisi kapal sehingga menjadi pihak yang paling memahami kebutuhan perbaikannya.

Di saat yang sama, Indonesia juga perlu memanfaatkan proses tersebut untuk meningkatkan kemampuan galangan nasional dalam bidang maintenance, repair and overhaul (MRO) agar perawatan lanjutan dapat dilakukan di dalam negeri.

Perdebatan soal pembelian ITS Giuseppe Garibaldi kemungkinan masih akan terus berlangsung. Namun satu hal yang menjadi kesimpulan dari diskusi tersebut adalah bahwa masa depan kapal ini tidak ditentukan oleh usianya, melainkan oleh bagaimana Indonesia melakukan refurbishment dan menetapkan peran yang tepat bagi kapal tersebut dalam sistem pertahanan nasional. (Red)