Pergantian Ketua Fraksi Hanura Warnai Paripurna DPRD Palu
Rapat paripurna DPRD Kota Palu yang membahas rekomendasi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Palu Tahun 2025 turut diwarnai pergantian pimpinan Fraksi Hanura. Dalam rapat yang berlangsung pada Senin (25/5/2026), Rustia Tompo resmi ditetapkan sebagai Ketua Fraksi Hanura menggantikan Irsan Satria.
Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh pimpinan rapat, Muchlis Aca, di hadapan anggota DPRD dan perwakilan Pemerintah Kota Palu yang hadir di ruang sidang utama DPRD Kota Palu.
Menurut Muchlis, perubahan kepemimpinan fraksi itu berdasarkan surat dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Kota Palu Nomor 006/DPC-Hanura Kota Palu/III/2026 tertanggal 30 Maret 2026. Surat tersebut juga telah mendapatkan persetujuan dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Sulawesi Tengah.
“Dengan ini saya selaku pimpinan rapat mengumumkan secara resmi pergantian pimpinan Fraksi Hanura DPRD Kota Palu,” kata Muchlis dalam rapat paripurna.
Pergantian ini terjadi saat DPRD tengah membahas salah satu agenda penting, yakni hasil kerja Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Wali Kota Palu Tahun 2025. Pansus yang dibentuk sejak 30 Maret 2026 itu bertugas menelaah pelaksanaan program dan kegiatan pemerintah daerah selama tahun 2025.
Hasil pembahasan Pansus kemudian dirumuskan menjadi sejumlah rekomendasi yang akan disampaikan kepada Pemerintah Kota Palu sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan pelaksanaan program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
Masuknya Rustia Tompo sebagai Ketua Fraksi Hanura yang baru menjadi bagian dari dinamika politik di DPRD Kota Palu. Dengan kepemimpinan baru tersebut, Fraksi Hanura diharapkan tetap aktif mengawal berbagai agenda legislatif, termasuk fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan daerah.
Di sisi lain, rapat paripurna tetap berfokus pada pembahasan dan pengambilan keputusan terhadap rekomendasi LKPJ Wali Kota Palu Tahun 2025 yang menjadi salah satu instrumen evaluasi kinerja pemerintah daerah selama setahun terakhir. ***


