Hingga minggu pertama Mei 2026, insentif KLM yang diterima perbankan tercatat mencapai Rp424,7 triliun. Dana tersebut disalurkan ke sektor prioritas seperti pertanian, industri, hilirisasi, jasa, konstruksi, perumahan, hingga UMKM.
Kredit perbankan pada April 2026 tumbuh 9,98 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan Maret 2026 sebesar 9,49 persen. Pertumbuhan terutama ditopang kredit investasi yang meningkat 19,48 persen.
Ketahanan sektor perbankan juga dinilai tetap kuat. Rasio kecukupan modal atau CAR perbankan pada Maret 2026 tercatat 25,09 persen, sementara rasio kredit bermasalah atau NPL berada di level rendah sebesar 2,14 persen bruto.
Di sektor sistem pembayaran, transaksi ekonomi digital terus tumbuh tinggi. Volume transaksi pembayaran digital pada April 2026 mencapai 5,15 miliar transaksi atau tumbuh 42,86 persen secara tahunan. Transaksi QRIS bahkan meningkat 108,43 persen.
Untuk memperluas digitalisasi pembayaran, BI menargetkan jumlah merchant QRIS mencapai 47 juta pada 2026 melalui program QRIS Jelajah Indonesia. Bank Indonesia juga akan meluncurkan QRIS Antarnegara Indonesia-Tiongkok setelah sebelumnya terkoneksi dengan Malaysia, Singapura, Thailand, Jepang, dan Korea Selatan. (Red)








