Lebih lanjut, Wiwik menekankan perlunya pemerataan Posyandu hingga pelosok wilayah. Ia berharap agar seluruh kabupaten, kecamatan, dan desa dapat memiliki Posyandu yang aktif serta didukung dengan alokasi anggaran yang memadai.
“Saya berharap Posyandu dapat hadir di seluruh kabupaten, kecamatan, hingga desa, dan mendapatkan dukungan penuh dalam penganggarannya. Dengan Posyandu sebagai sarana utama, kita dapat mendorong keberhasilan program 9 Berani di Sulawesi Tengah, sehingga setiap anak dan ibu di daerah kita bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal,” ungkapnya.
DPRD Sulawesi Tengah mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi yang secara konsisten melakukan pembinaan dan penguatan kelembagaan Posyandu. DPRD menilai, komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan fungsi Posyandu akan berdampak besar pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Selain itu, DPRD berharap agar setiap rekomendasi yang lahir dari RAKOR ini dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Sulawesi Tengah, Sri Nirwanti Basoan, juga memberikan pandangan strategis terkait penguatan peran Posyandu di daerah. Ia menyebutkan bahwa RAKOR ini merupakan momen penting dalam memperkuat Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan dasar.
“Rapat Koordinasi ini merupakan momentum penting untuk memperkuat kedudukan Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan dasar di tingkat desa dan kelurahan. Posyandu memiliki peran sentral dalam meningkatkan layanan kesehatan ibu dan anak, pencegahan stunting, serta edukasi kesehatan kepada masyarakat,” jelasnya.
Sri Nirwanti menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas kader sebagai tulang punggung keberhasilan Posyandu. Menurutnya, penyelarasan program lintas sektor dan penguatan mekanisme supervisi menjadi aspek yang tidak dapat dipisahkan dari upaya perbaikan layanan.
“Sebagai Ketua Tim Pembina Posyandu, saya menegaskan bahwa peningkatan kapasitas kader, penyelarasan program lintas sektor, serta penguatan mekanisme supervisi dan monitoring menjadi prioritas penting yang harus kita jalankan bersama. Posyandu perlu bergerak ke arah yang lebih profesional, modern, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ia menutup penyampaiannya dengan harapan bahwa RAKOR ini mampu menghasilkan rekomendasi operasional yang dapat diterapkan secara efektif di lapangan.



