WhatsApp Image 2026-10-26 at 23.12.47

Aksi Nelayan Bom Ikan di Moutong Viral, Ini Penjelasan DKP Parigi Moutong

Muh. Rifai
A-AA+A++

Vodeo sebuah insiden pemboman ikan terjadi di perairan Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah beredar di Media Sosial dan WAG, Selasa, 18 Februari 2025.

Peristiwa ini diduga dilakukan oleh sekelompok nelayan yang menggunakan bahan peledak untuk menangkap ikan secara ilegal.




Dalam rekaman video yang beredar, ledakan terdengar cukup keras. Beberapa warga dalam vodeo itu menyaksikan peristiwa itu mengungkapkan, bahwa aksi pemboman ikan dilakukan secara berkelompok.

“Merka tidak jalan sendiri-sendiri lagi, jalan per kelompok,” ungkap seorang warga dalam rekaman yang beredar.

Ia juga menyebut, bahwa ada beberapa orang yang terlihat dalam aksi ini tengah mondar mandir di atas kapal.

“Itu yang dua lari ke sana. Ini yang sana, yang sana dua orang berdiri di sana,” tambahnya.

Warga dalam video itu menyayangkan minimnya fasilitas yang dimiliki masyarakat untuk menjaga laut mereka.

“Nah cuma sayangnya kita di sini tidak punya fasilitas perahu. Mesin tidak ada memadai, mesin tidak ada,” ujarnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Parigi Moutong, Mohamad Nasir, SPi, M.Si, mengonfirmasi, bahwa setiap ada laporan terkait pemboman ikan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Polairud Polda Sulawesi Tengah dan PSDKP DKP Provinsi.

“Setiap ada laporan saya langsung koordinasi ke Polairud Polda Sulteng dan PSDKP DKP provinsi. Tim Polda dan PSDKP selalu merespons dengan baik dan langsung turun ke lapangan kalau ada kasus seperti ini,” ujarnya.

Ia memastikan kasus ini merupakan insiden yang terjadi pada Januari lalu.

“Kasus ini sudah ditangani januari lalu. Tapi Saya akan konfirmasi balik apakah kasus ini yang terbaru atau yang mereka sergap di bulan Januari kemarin. Terima kasih infonya,” ujarnya.

Sebelumnya, Penyuluh Perikanan Kabupaten Parigi Moutong, Eka Arlianti, dihubungi media ini, menjelaskan, bahwa kejadian seperti ini sudah sering terjadi meskipun pemerintah telah berupaya melakukan penanganan.

Dikatakan, video yang beredar itu kejadian tanggal 18 Januari 2025 di Desa Sialopa, Kecamatan Moutong.

“Dulu sudah sering dilakukan penangkapan, tetapi kurang dari enam bulan mereka kembali melakukan hal yang sama,” katanya.