Kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Parigi Moutong. Kali ini, api melalap lahan perkebunan milik warga di Dusun I Desa Towera, Kecamatan Siniu, hingga menghanguskan sekitar lima hektare kebun kakao dan kelapa pada Kamis, 5 Februari 2026.
Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WITA. Api pertama kali diketahui membakar area perkebunan warga yang berada tidak jauh dari permukiman. Menindaklanjuti laporan dari Kepala Desa Towera, Moh. Rafiin Labaso, S.Sos, personel Polsek Ampibabo segera bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal dan memastikan situasi tetap terkendali.
Setibanya di lokasi, aparat kepolisian bersama pemerintah desa, warga setempat, serta para pemilik lahan langsung melakukan upaya pemadaman api dengan peralatan seadanya. Warga berusaha memadamkan api menggunakan air dan alat manual, sementara petugas kepolisian membantu mengoordinasikan upaya pemadaman agar api tidak semakin meluas.
Namun, kondisi lahan yang kering serta dipenuhi semak belukar membuat api dengan cepat menjalar dari satu titik ke titik lainnya. Angin dan cuaca panas turut mempercepat penyebaran api sehingga menyulitkan proses pemadaman. Api terus membesar dan menghanguskan tanaman kakao dan kelapa milik warga yang menjadi sumber mata pencaharian mereka.
Melihat kondisi tersebut, upaya pemadaman kemudian diperkuat dengan kedatangan unit pemadam kebakaran Pemerintah Daerah Kabupaten Parigi Moutong sekitar pukul 14.25 WITA. Tidak berselang lama, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong juga tiba di lokasi pada pukul 14.45 WITA untuk membantu proses pemadaman dan pengamanan area sekitar kebakaran.
Dengan kerja sama lintas sektor antara kepolisian, pemerintah daerah, BPBD, dan masyarakat, api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 16.15 WITA. Proses pemadaman berlangsung cukup lama mengingat luas lahan yang terbakar serta kondisi medan yang sulit dijangkau oleh kendaraan pemadam.
Berdasarkan pendataan awal, lahan perkebunan yang terdampak kebakaran diketahui milik beberapa warga setempat. Salah satunya adalah Santo (65), yang kehilangan sekitar satu hektare kebun kakao dan kelapa. Selain itu, kebun milik Iwan (52) dan Edi Sumarko (70) juga turut terdampak, sehingga total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai ±5 hektare. Seluruh lahan tersebut ditanami kakao dan kelapa yang selama ini menjadi sumber penghidupan para pemiliknya.







