Warga Pulau Wawonii, Sulawesi Tenggara, dihebohkan dengan kabar seorang ibu yang melahirkan bayi dengan kondisi kelainan fisik langka.

Kisah tersebut ramai diperbincangkan setelah diunggah akun Instagram @makassarhitskekinian. Kondisi bayi itu viral dan memicu beragam tanggapan dari netizen.

Dalam unggahan itu, bayi tersebut lahir tanpa hidung dan hanya memiliki satu mata. Kondisi itu membuat bayi mengalami kesulitan bernapas sesaat setelah dilahirkan. Peristiwa ini disebut terjadi di wilayah Pulau Wawonii dan langsung menarik perhatian masyarakat setempat.

Dalam cerita yang viral di media sosial, sang ibu dikabarkan pernah tanpa sengaja melukai seekor kucing saat sedang emosi. Setelah kejadian itu, ia mengaku merasa gelisah dan sering bermimpi melihat kucing tersebut dalam keadaan kesakitan. Rasa bersalah itu disebut terus menghantuinya selama masa kehamilan.

Cerita tersebut kemudian dikaitkan oleh sebagian warga dengan kondisi bayi yang dilahirkan. Namun hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak medis mengenai penyebab pasti kelainan yang dialami bayi tersebut. Secara medis, kelainan bawaan pada bayi dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari genetik, gangguan perkembangan janin, hingga faktor kesehatan ibu selama kehamilan.

Dalam unggahan yang beredar, disebutkan pula bahwa pasangan suami istri tersebut sempat menjalani pemeriksaan USG. Dari hasil pemeriksaan, mereka dikabarkan telah mengetahui adanya kondisi tertentu pada janin yang dikandung. Meski demikian, keduanya memilih mempertahankan kehamilan hingga proses persalinan berlangsung.

Saat proses kelahiran terjadi, pasangan itu disebut syok melihat kondisi bayi mereka. Bayi tersebut dilaporkan mengalami gangguan pernapasan setelah lahir akibat kelainan yang dialaminya.

Viralnya kisah tersebut memunculkan berbagai reaksi di media sosial. Sebagian netizen menyampaikan rasa prihatin dan doa bagi keluarga bayi tersebut. Namun tidak sedikit pula yang mengingatkan masyarakat agar tidak langsung menghubungkan kondisi medis bayi dengan mitos atau kejadian tertentu yang belum terbukti secara ilmiah.

Sejumlah tenaga kesehatan juga kerap mengingatkan pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin untuk memantau perkembangan janin sejak dini. Pemeriksaan medis yang teratur dinilai dapat membantu mendeteksi kondisi tertentu pada janin sehingga penanganan dapat dipersiapkan lebih awal.

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak rumah sakit maupun dinas kesehatan setempat terkait identitas keluarga dan kondisi terbaru bayi tersebut. Informasi yang beredar masih didominasi unggahan media sosial yang terus dibagikan ulang oleh pengguna internet.

Peristiwa ini pun menjadi perbincangan luas di tengah masyarakat Pulau Wawonii. Banyak warga berharap keluarga bayi tersebut diberikan kekuatan menghadapi cobaan yang dialami. (Rfi)