Federasi Sepak Bola Jepang resmi mengumumkan daftar pemain Tim Nasional U-17 Jepang yang akan tampil di ajang Piala Asia U-17 AFC 2026 yang berlangsung di Jeddah, Arab Saudi, pada 23-24 Mei 2026. Turnamen ini menjadi salah satu agenda penting bagi Jepang dalam menyiapkan generasi muda menuju level internasional.

Tim muda Jepang dipimpin pelatih kepala ONO Shingi yang berasal dari staf pelatih nasional federasi sepak bola Jepang. Dalam persiapan menuju turnamen, ONO didampingi sejumlah staf pelatih lain seperti YAMAHASHI Takashi sebagai pelatih, ONOGI Rei sebagai asisten pelatih, serta IDE Daishi yang bertugas menangani penjaga gawang. Sementara itu, KOMINE Tadayuki dipercaya sebagai pelatih fisik tim.

Jepang membawa kombinasi pemain dari akademi klub-klub besar dan sekolah sepak bola ternama. Sebagian besar pemain berasal dari akademi Kashima Antlers, FC Tokyo, Gamba Osaka, hingga Kawasaki Frontale yang selama ini dikenal aktif melahirkan pemain muda berkualitas.

Di posisi penjaga gawang, Jepang memanggil TAKAHASHI Koki dari SMA Taisei, OSHITA Kosei dari Kashima Antlers Youth, serta KIDA Rento dari SMA Teikyo Nagaoka. Ketiga pemain tersebut dinilai memiliki kemampuan distribusi bola yang baik dan refleks cepat.

Sektor pertahanan dihuni sejumlah pemain potensial seperti MOTOSUNA Anthony Udemba dari Kashima Antlers, EZEMUOKWE Chimezie Kai dari Cerezo Osaka U-18, hingga TAKEUCHI Yuzo dari Nagoya Grampus U-18. Selain itu terdapat nama KURAHASHI Koki, KUMADA Yoshito, dan HASHIMOTO Riku yang sebelumnya masuk dalam daftar utama.

Namun, Federasi Sepak Bola Jepang mengonfirmasi adanya pergantian pemain pada 23 April 2026. HASHIMOTO Riku dari FC Tokyo U-18 dipastikan absen karena mengalami cedera. Posisi pemain bertahan tersebut kemudian digantikan oleh IWASHITA Yuto dari Sekolah Menengah Atas Shizuoka Shoyo Universitas Tokai.

Di lini tengah, Jepang membawa banyak pemain kreatif yang diharapkan mampu menjadi motor permainan tim. KITAHARA Maki dari FC Tokyo menjadi salah satu pemain yang paling mendapat perhatian. Selain itu terdapat nama-nama seperti WADA Takeshi dari Urawa Red Diamonds, IWATSUCHI Sora dari Kashima Antlers Youth, hingga KIMURA Kazato dari Kawasaki Frontale U-18.

Pelatih ONO Shingi juga memasukkan beberapa pemain dari akademi Nagoya Grampus seperti SHIRAOGAWA Rekuto dan TSUNEYOSHI Ryoma. Kehadiran mereka dinilai dapat menambah keseimbangan permainan Jepang, khususnya dalam membangun serangan dari lini tengah.

Untuk sektor penyerangan, Jepang mengandalkan SAITO Kakeru dari Yokohama FC Youth dan TAKAKI Eito dari Kashima Antlers Youth. Kedua pemain tersebut tampil cukup produktif di kompetisi usia muda Jepang musim ini dan diharapkan mampu memberikan kontribusi gol selama turnamen berlangsung.

Selain pemain utama, Jepang turut membawa sejumlah mitra latihan guna membantu persiapan tim. TAKEHARA Reon dari Gamba Osaka Youth, ASADA Ren dari Vissel Kobe U-18, dan NAKAYAMA Syuto dari Yokohama F.Marinos Youth dijadwalkan hanya mengikuti aktivitas domestik hingga 25 April.

Sementara itu, SHINDO Arata dari Kashiwa Reysol U-18 dan SEGA Yujin dari FC Tokyo U-18 tetap bersama skuad hingga pertandingan pertama fase grup pada 5 Mei. Namun, SHINDO akhirnya harus meninggalkan tim karena mengalami cedera.

Sebagai pengganti, staf pelatih memanggil Haru TSUSHIMA dari Kawasaki Frontale U-18 untuk bergabung dalam sesi latihan. Pergantian tersebut dilakukan agar program latihan tetap berjalan maksimal menjelang keberangkatan ke Arab Saudi.

Pelatih kepala ONO Shingi mengatakan turnamen ini menjadi kesempatan penting bagi para pemain muda Jepang untuk mendapatkan pengalaman internasional. Ia berharap skuad yang dibawanya mampu tampil disiplin dan menunjukkan karakter permainan khas Jepang yang mengutamakan kerja sama tim dan teknik bermain cepat.

“Kami memiliki pemain-pemain dengan kualitas teknik yang baik dan semangat tinggi. Turnamen ini penting untuk perkembangan mereka,” ujar ONO Shingi dalam keterangan resmi federasi.

Jepang selama ini dikenal sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola usia muda di Asia. Pembinaan pemain muda yang konsisten membuat mereka rutin tampil kompetitif di berbagai turnamen AFC dan dunia.

Beberapa pemain jebolan tim junior Jepang bahkan berhasil berkembang menjadi pemain tim nasional senior dan tampil di kompetisi Eropa. Karena itu, Piala Asia U-17 2026 juga dianggap sebagai panggung penting bagi para pemain muda untuk menunjukkan kemampuan mereka.

Persiapan Jepang menuju turnamen terus dilakukan dengan fokus pada peningkatan organisasi permainan dan kekompakan tim. Selain itu, staf pelatih juga mulai menyesuaikan kondisi fisik pemain dengan cuaca Timur Tengah yang diperkirakan cukup menantang.

Dengan materi pemain yang berasal dari akademi-akademi elite Jepang, Tim Nasional U-17 Jepang kembali diprediksi menjadi salah satu kandidat kuat dalam persaingan Piala Asia U-17 AFC 2026 di Arab Saudi. (Rfi)