Bulan Mei 2026 akan dipenuhi deretan film horor dengan cerita mencekam dan nuansa berbeda. Mulai dari thriller psikologis, horor aksi, hingga teror supranatural dari luar negeri, sejumlah film siap hadir di bioskop Indonesia pada akhir Mei mendatang.
Tiga film yang paling mencuri perhatian adalah Kamu Harus Mati, Badut Gendong, dan Passenger. Ketiganya menawarkan kisah penuh misteri, ketegangan, hingga teror yang memburu para karakter utama.
Kamu Harus Mati, Teror Halusinasi yang Menghancurkan Persahabatan
Film Kamu Harus Mati dijadwalkan tayang pada 21 Mei 2026 dengan mengusung genre thriller, mystery, dan horror. Diproduseri Muhammad Hananto dan Ninin Musa, film ini disutradarai Tema Patrosza berdasarkan naskah yang ditulis Ai Patrosza, Ahmad R Madani, dan Andi Attira. Produksi film berada di bawah naungan PT. Nant Adi Luhur.
Cerita berfokus pada Meta yang diperankan Sahila Hisyam, seorang gadis muda yang terus dihantui halusinasi setelah kepergian kekasihnya, Sam, yang diperankan Leo Consul. Sam meninggal akibat tragedi tragis beberapa tahun sebelumnya dan sejak saat itu Meta merasa diteror sosok arwah misterius.
Ketakutan Meta tidak dipercaya oleh dua sahabatnya, Dona dan Kesi. Keduanya mulai menganggap Meta mengalami gangguan jiwa hingga hubungan persahabatan mereka perlahan retak. Dalam kondisi tertekan dan merasa sendirian, Meta mencoba mencari jawaban atas seluruh teror yang dialaminya.
Film ini menghadirkan konflik psikologis yang cukup kuat. Penonton diajak menebak apakah seluruh kejadian yang dialami Meta benar-benar nyata atau hanya halusinasi akibat trauma masa lalu. Ketegangan semakin meningkat saat Meta mulai menemukan petunjuk bahwa ancaman tersebut juga memburu kedua sahabatnya.
Selain Sahila Hisyam dan Leo Consul, film ini turut dibintangi Sitha Marino dan Pamela Bowie.
Badut Gendong, Kutukan Kelam dari Desa Penuh Amarah
Sementara itu, film Badut Gendong akan tayang pada 27 Mei 2026. Film horor aksi ini diproduseri Linda Gozali dan disutradarai Charles Gozali dengan naskah karya Asaf Antariksa, Dharma Putra, dan Charles Gozali. Produksi film dilakukan oleh Magma Entertainment.




