WhatsApp Image 2026-10-26 at 23.12.47

Rasio Utang Luar Negeri Indonesia Turun ke 29,5 Persen

Muh. Rifai
A-AA+A++

Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada triwulan I 2026 tercatat sebesar 433,4 miliar dolar AS. Secara tahunan, angka tersebut tumbuh 0,8 persen, melambat dibandingkan pertumbuhan pada triwulan IV 2025 yang mencapai 1,9 persen.

Perlambatan pertumbuhan ULN dipengaruhi oleh perkembangan utang luar negeri sektor publik dan sektor swasta. Di tengah dinamika global, struktur ULN Indonesia dinilai tetap terjaga dengan rasio terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang menurun serta dominasi utang jangka panjang.




ULN pemerintah pada triwulan I 2026 tercatat sebesar 214,7 miliar dolar AS. Secara tahunan, pertumbuhannya mencapai 3,8 persen, lebih rendah dibandingkan triwulan IV 2025 yang tumbuh 5,5 persen.

Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh aliran modal asing yang masuk ke Surat Berharga Negara (SBN) internasional. Kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia masih menjadi faktor utama yang menopang pembiayaan pemerintah melalui instrumen utang.

Pemerintah menyatakan pengelolaan ULN dilakukan secara hati-hati, terukur, dan akuntabel sebagai bagian dari strategi pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dana dari ULN diarahkan untuk mendukung sejumlah sektor prioritas nasional.

Berdasarkan sektor ekonomi, pemanfaatan ULN pemerintah terbesar dialokasikan untuk sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial dengan porsi 22,1 persen dari total ULN pemerintah. Selanjutnya, sektor administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib memperoleh porsi 20,2 persen.

Selain itu, sektor jasa pendidikan mendapatkan alokasi sebesar 16,2 persen, sektor konstruksi 11,5 persen, serta transportasi dan pergudangan sebesar 8,5 persen.

Struktur ULN pemerintah juga masih didominasi utang jangka panjang. Pangsa utang jangka panjang mencapai 99,99 persen dari total ULN pemerintah, yang dinilai lebih aman terhadap risiko tekanan likuiditas jangka pendek.

Di sisi lain, ULN swasta mengalami penurunan pada triwulan I 2026. Posisi ULN swasta tercatat sebesar 191,4 miliar dolar AS, turun dibandingkan posisi triwulan IV 2025 yang mencapai 194,2 miliar dolar AS.

Secara tahunan, ULN swasta mengalami kontraksi sebesar 1,8 persen. Penurunan terjadi baik pada kelompok lembaga keuangan maupun perusahaan nonkeuangan.

Berita Lainnya

Suku Bunga Tetap 5,75 Persen, BI Fokus Jaga Rupiah dan Pertumbuhan Ekonomi
BCA Cetak Kredit Rp1.036 Triliun hingga Juni 2026
Defisit APBN 2027 Dipatok 2,4 Persen, Target Pajak Jadi Tantangan
BI-Rate Tetap 5,75 Persen, Ini Arah Kebijakan BI
APBN 2027 Ekspansif, Ini Sektor yang Dapat Anggaran Besar
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen, Apa Pemicunya?