Rentetan Bencana yang Melanda Indonesia di Awal 2021

Bagikan Artikel Ini

JAKARTA – Indonesia mengawali tahun 2021 dengan duka mendalam. Rentetan musibah dan bencana alam datang silih berganti.

Sejumlah musibah dan bencana alam terjadi di beberapa daerah yang menimbulkan korban jiwa yang tidak sedikit jumlahnya. Hal tersebut terjadi saat Indonesia tengah bergulat dengan pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.

Baca Juga: Waspada Pencuri, 12 Rumah di Mamuju Dibobol Saat Pemilik Mengungsi

Lantas apa saja sederet bencana yang telah terjadi di awal tahun 2021? Berikut rangkumannya:

1. Tanah Longsor

Bencana tanah longsor terjadi di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat pada 9 Januari 2021. Longsor terjadi 2 kali yakni pukul 16.00 WIB dan 19.30 WIB. Pemerintah Kabupaten Sumedang bahkan telah menetapkan status tanggap darurat selama 21 hari ke depan.  

Hingga Minggu, 17 Januari 2021, jumlah korban meninggal dunia mencapai 32 orang. Bahkan, petugas BPBD Sumedang dan komandan Koramil Cimanggung menjadi korban longsor. Menurut Kepala Kantor SAR Bandung, Deden Ridwansyah, pencarian masih terus dilanjutkan dengan menggunakan sejumlah peralatan. 

2. Tragedi Sriwijaya Air SJ-182

Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak di sekitar Pulau Lancang, Kepulauan Seribu pukul 14.40 WIB pada 9 Januari 2021, empat menit setelah lepas landas dari bandara Soekarno-Hatta. Pesawat tersebut membawa 62 orang yang terdiri dari 50 penumpang dan 12 kru.

Tim SAR gabungan telah menemukan black box atau kotak hitam dari Sriwijaya Air. Hingga kini tim SAR gabungan masih terus melakukan evakuasi terhadap para korban. Pada hari Minggu pagi, 17 Januari 2021, Komandan Disaster Victim Identification (DVI) Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri Kombes Hery Wijatmoko mengatakan telah mengidentifikasi sebanyak 24 jenazah korban. 

3. Banjir Kalimantan Selatan

Pada 14 Januari 2021, terjadi banjir di wilayah Kalimantan Selatan. Banjir tersebut disebabkan curah hujan yang tak kunjung reda. Sejumlah infrastruktur belum diperbaiki dan ratusan gardu distribusi listrik juga tidak menyala setelah kejadian tersebut. Banjir bahkan telah memutus jalan nasional Trans-Kalimantan di dua lokasi berbeda.

Diketahui, ada tujuh kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan yang dikepung banjir yaitu Banjar, Tanah Laut, Banjarbaru, Banjarmasin, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, dan Tabalong. Diketahui, banjir masih menggenangi sebagian daerah di Kalimantan Selatan hingga Minggu, 17 Januari 2021. Sebanyak 112.709 warga masih mengungsi.

4. Gempa Bumi di Sulawesi Barat

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Pusat Gempa Bumi Regional IV Makassar mengatakan wilayah Sulawesi Barat (Sulbar) diguncang gempa bumi sebanyak 31 kali selama 14 – 15 Januari 2021. Yang terkuat terjadi di Majene, Sulawesi Barat pada 15 Januari 2021 dengan magnitudo 6,2.

Baca Juga: Update: Korban Meninggal Gempa Sulbar Jadi 73 Orang

Gempa dengan kedalaman 10 km tersebut telah menimbulkan kerusakan, korban jiwa, dan keresahan bagi masyarakat setempat. Jumlah korban jiwa hingga Ahad, 17 Januari 2021 sudah 73 oranh dan diperkirakan masih akan bertambah karena banyak bangunan runtuh yang belum dibongkar. Hingga kini, pembersihan bangunan terdampak gempa dan evakuasi korban masih dilakukan. 

5. Gunung Semeru Meletus

Bencana Indonesia yang terbaru adalah letusan Gunung Semeru di wilayah Jawa Timur pada Sabtu, 16 Januari 2021 pukul 17.24 WIB. Gunung yang berada di wilayah Kabupaten Malang dan Lumajang itu mengeluarkan awan panas sejauh 4,5 km. 

Pihak BNPB mengimbau warga setempat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan abu atau banjir lahar dingin dari gunung berapi aktif yang berstatus Waspada itu. Pihak BPBD juga membuka kemungkinan mendirikan posko pengungsian. Hal itu dilakukan jika aktivitas vulkanik di kawah Semeru terus meningkat.

6. Banjir dan Tanah Longsor di Manado

Banjir dan tanah longsor melanda Kota Manado, Sulawesi Utara yang diakibatkan oleh hujan dengan intensitas tinggi dan struktur tanah yang labil pada Sabtu, 16 Januari 2021 pukul 15.09 WITA dengan tinggi muka air sekitar 50 sampai 300 sentimeter.

Baca Juga: BMKG: Tidak Benar Imbauan Pemerintah untuk Kosongkan Wilayah Mamuju 

Peristiwa ini menyebabkan lima orang meninggal dunia, satu orang hilang masih dalam pencarian serta 500 jiwa mengungsi yang masih dalam proses pendataan.

 

loading...

Bagikan Artikel Ini

Komentar

Masih Hangat