Skrol untuk membaca pos

Momen Haru Siraman El Rumi, Ahmad Dhani Bicara Kasih Sayang Tanpa Syarat

Muh. Rifai
Foto: Tangkapan Layar
A-AA+A++

Musisi Ahmad Dhani mengungkapkan isi hatinya tentang hubungan orang tua dan anak, khususnya untuk putranya, El Rumi. Ia berbicara soal pengalaman membesarkan anak-anaknya serta pandangannya tentang kasih sayang dalam keluarga.

Itu disampaikannya saat prosesi siraman yang disiarkan SCTV, Jumat, 24 April 2026, bertempat di hotel kawasan Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Ahmad Dhani bercerita bahwa selama membesarkan El Rumi, Al Ghazali, dan Dul Jaelani, ia tidak pernah merasa direpotkan. Ketiganya, menurut Dhani, tumbuh dengan baik tanpa membuat orang tua kewalahan.

“Itu sedikit banyaknya ada benarnya. El sama seperti Al dan Dul, mereka tidak pernah ngerepotin orang tua. Dari kecil sampai besar tidak ada hal yang membuat kami kerepotan,” ucapnya.

Dhani juga menyinggung bakat El Rumi di dunia tinju. Ia mengaku ikut mengenalkan olahraga tersebut sejak awal, hingga kini kemampuan El Rumi semakin berkembang.

“El punya kelebihan di tinju. Jujur memang saya yang ngajarin. Sekarang dia lumayan, bahkan jadi juara,” katanya.

Soal karakter, Dhani melihat dirinya dan El Rumi punya banyak kesamaan. Keduanya sama-sama keras dan memiliki pendirian kuat. Namun, hal itu tidak menjadi persoalan dalam hubungan mereka.

“Dia keras, sama seperti bapaknya. Kita sama-sama Gemini, jadi sama-sama punya pendirian kuat,” ujarnya.

Lebih jauh, Dhani berbagi pandangan tentang hubungan orang tua dan anak yang menurutnya berbeda dari kebanyakan orang. Ia percaya, tidak ada anak yang bisa disebut durhaka.

“Dalam cara berpikir saya, tidak ada anak yang durhaka,” katanya.

Ia melihat cinta orang tua sebagai sesuatu yang tidak bisa disamakan dengan cinta kepada siapa pun. Baginya, kasih sayang kepada anak adalah bentuk cinta yang tulus tanpa syarat.

“Saya mencintai anak-anak saya itu berbeda dengan mencintai istri. Ini cinta yang bukan cinta biasa,” ucap Dhani.

Karena itu, ia merasa orang tua tidak seharusnya berharap balasan dari anak. Semua yang diberikan kepada anak, menurutnya, cukup dilakukan dengan ikhlas.

“Saya memberi ke anak-anak tidak untuk dibalas. Jadi kalau tidak dibalas, tidak jadi sakit hati,” katanya.