BMKG: Tidak Benar Imbauan Pemerintah untuk Kosongkan Wilayah Mamuju

Bagikan Artikel Ini

JAKARTA – Kepala BMKG Dwikora mengatakan, bahwa informasi mengenai himbauan pemerintah untuk mengosongkan wilayah Mamuju tidak benar alias Hoax.

“Pemerintah tidak pernah meminta masyarakat untuk keluar dari Mamuju”, ujarnya dikutip Infopena dari Laman BNPB Ahad, 17 Januari 2021.

Baca Juga: Update Terbaru: Korban Meninggal Gempa Sulbar Jadi 56 Orang

Ia menjelaskan, informasi yang dikeluarkan BMKG adalah himbauan masyarakat untuk menjauhi bangunan yang sudah roboh, sehingga diharapkan informasi itu dapat disikapi dengan baik dan tetap tenang.

“Tidak pernah BMKG menyatakan hal seperti itu. Yang kami himbau adalah jauhilah bangunan-bangunan yang sudah runtuh,” katanya.

“Jauhilah lereng yang rawan longsor dan cukup jauh dari pantai,” tambah Dwikora.

Sebelumnya BMKG telah merilis informasi mengenai adanya potensi gempa susulan, akan tetapi pihaknya memastikan bahwa kekuatannya tidak akan sebesar gempa kedua atau mainshock seperti yang terjadi pada Jumat, 15 Januari 2021 dini hari.

Lebih lanjut, BMKG meminta agar masyarakat tetap tenang namun waspada guna mengantisipasi adanya potensi gempa susulan tersebut.

“Perlu mewaspadai adanya gempa susulan, tetapi tidak akan sampai sebesar 8,2 magnitudo. Kurang lebih sebesar kemarin (Magnitudo 6,2), itu yang paling besar. Tetapi akan lebih banyak yang lebih rendah dari kemarin,” pungkasnya.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo meminta agar masyarakat Mamuju tidak mudah terpengaruh dengan kabar bohong atau informasi hoaks yang beredar dan meresahkan warga terkait peristiwa gempabumi Sulawesi Barat (Sulbar) 6,2 magnitudo.

Hal itu disampaikan Doni saat melakukan peninjauan lokasi terdampak gempabumi Sulbar bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuldjono dan Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, Mamuju, Sulbar, Ahad, 17 Januari 2021.

“Jangan mudah percaya dengan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” kata Doni.

Baca Juga: Waspada Pencuri, 12 Rumah di Mamuju Dibobol Saat Pemilik Mengungsi

Sebelumnya beredar isu yang mengharuskan masyarakat untuk keluar dari Mamuju setelah sebelumnya didahului dengan adanya informasi hoaks gempa susulan yang lebih jauh besar dari peristiwa sebelumnya.

loading...

Bagikan Artikel Ini

Komentar